![]() |
| Kepala Kantor Pertanahan Kota Cimahi, Andhi Pratama Putra (Doc: Istimewa) |
SURAT KABAR, CIMAHI - Upaya mendorong pembangunan kota yang terintegrasi dan berkelanjutan di Kota Cimahi terus menguat dalam beberapa waktu terakhir. Kantor Pertanahan Kota Cimahi menegaskan komitmennya untuk mengelola lahan secara efektif, transparan, dan berkeadilan sebagai pijakan utama dalam penataan ruang kota. Langkah ini menjadi krusial di tengah meningkatnya kebutuhan lahan, potensi konflik pertanahan, serta tuntutan menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Kepala Kantor Pertanahan Kota Cimahi, Andhi Pratama Putra, menyampaikan bahwa institusinya tidak hanya berfokus pada administrasi pertanahan, tetapi juga pada manajemen dan pengawasan pemanfaatan tanah agar selaras dengan arah pembangunan jangka panjang.
"Sekaligus melakukan pengawasan tanah untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan," terang Andhi, Kamis (9/4/26).
Dalam perspektif penataan pertanahan, konsep 'land management' dipandang sebagai instrumen krusial untuk memastikan pemanfaatan lahan berlangsung optimal, terencana, dan berkelanjutan. Pendekatan ini menjadi kunci dalam mereduksi potensi konflik agraria, sebuah isu yang kerap mencuat akibat tumpang tindih kepemilikan dan penggunaan lahan.
"Sekaligus meningkatkan nilai perekonomian tanah dengan melindungi lingkungan, dan sumber daya alam sebagai upaya untuk menciptakan keterpaduan dan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan," ungkapnya.
Lebih jauh, Andhi menegaskan pengelolaan pertanahan yang terintegrasi bukan sekadar isu teknis, melainkan bagian strategis dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat.
Tanah, kata dia, dalam hal ini diposisikan sebagai aset pembangunan yang harus dijaga keberlanjutannya sekaligus dimanfaatkan secara produktif.
ATR/BPN Cimahi pun menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah dalam mendorong terwujudnya ruang kota yang terpadu. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar kebijakan tata ruang tidak berjalan parsial, melainkan saling terhubung dan berkelanjutan.
Dengan tekanan pada tata kelola lahan yang akuntabel dan berorientasi jangka panjang, upaya ini diharapkan mampu menjawab tantangan urbanisasi sekaligus menjaga kualitas lingkungan hidup di Kota Cimahi.
"Pada prinsipnya kami sangat mendukung upaya pemerintah guna mewujudkan ruang kota terpadu menuju kesejahteraan masyarakat Kota Cimahi," tukasnya. (SAT)


Posting Komentar