![]() |
| GUGUR DALAM TUGAS: Keluarga Kapten Zulmi Menanti Pemulangan Jenazah dari Lebanon Usai Gugur Dalam Misi UNIFIL (Istimewa) |
SURAT KABAR, CIMAHI - Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di Jalan Cikendal, Cipageran, Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat sore. Di kediaman bernomor 40 itu, keheningan terasa pekat, sesekali dipecah isak tangis keluarga yang kehilangan sosok yang selama ini menjadi kebanggaan: Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar.
Bagi keluarga, Zulmi bukan hanya seorang perwira TNI. Ia adalah anak, suami, sekaligus ayah yang kehadirannya kini hanya tersisa dalam bingkai foto berseragam loreng di ruang tamu.
Kabar duka itu datang dari ribuan kilometer jauhnya, tepatnya dari Lebanon Selatan. Kapten Zulmi dilaporkan gugur pada Senin, 30 Maret 2026, saat menjalankan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Saat itu, ia tengah mengawal konvoi kendaraan dalam misi kemanusiaan di wilayah konflik. Tugas tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas dan memberi harapan bagi warga sipil yang terdampak perang.
Namun, di tengah situasi yang tidak menentu, sebuah insiden terjadi dan merenggut nyawanya. Kapten Zulmi gugur bukan di medan latihan, melainkan di garis depan misi perdamaian internasional.
"Kami bangga, tapi hati ini hancur," ungkap Iskandar Rudi, ayah almarhum, dengan suara bergetar.
Ia menatap kosong ke arah luar rumah, seakan masih menanti kepulangan sang anak. Hingga kini, jenazah Kapten Zulmi masih berada di Lebanon dan menunggu proses pemulangan ke Indonesia.
Di tengah duka mendalam, keluarga berusaha tegar menerima kenyataan. Iskandar Rudi mengenang putranya sebagai sosok yang berdedikasi tinggi sejak menempuh pendidikan di Akademi Militer.
"Dia anak yang membanggakan. Kami melihat masa depannya sangat cerah, tetapi kami ikhlas menerima takdir ini sebagai ketentuan terbaik Allah SWT," ucapnya lirih.
Meski kata ikhlas terucap, kesedihan tak dapat disembunyikan. Keluarga kini berharap almarhum mendapat tempat terbaik dan wafat dalam keadaan syahid.
Rencananya, jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di Jakarta sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Cimahi.
Duka yang dirasakan keluarga juga mendapat perhatian dari negara. Rabu siang, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama istri, Evi Sophia Indra, datang langsung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.
Kehadirannya menjadi bentuk penghormatan atas jasa Kapten Zulmi sebagai prajurit yang gugur dalam misi perdamaian dunia.
"Mereka adalah prajurit-prajurit terbaik yang sedang melaksanakan misi perdamaian," ujar Panglima.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima memastikan bahwa negara memberikan penghargaan atas pengorbanan almarhum, termasuk Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). Selain itu, dukungan pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkan juga dijanjikan hingga dewasa.
Namun bagi keluarga, penghargaan tersebut tidak akan pernah menggantikan sosok Zulmi di tengah mereka.
Kini, warga sekitar dan masyarakat luas hanya bisa menanti kepulangan jenazah sang kapten. Peti yang kelak dibalut bendera Merah Putih akan menjadi penanda akhir perjalanan seorang prajurit yang gugur dalam tugas mulia.
Kapten Zulmi Aditya Iskandar telah menuntaskan pengabdiannya. Ia pergi sebagai penjaga damai, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan nama yang akan terus dikenang dalam doa. (SAT)


Posting Komentar