Aduan Unik di Call Center 112 Cimahi, Warga Minta Bantuan Buka Pola Kunci HP

Redaksi
Tambahkan
...
0
DARURAT UNIK: Ilustrasi Seorang Warga yang Tampak Kebingungan Sambil Menunjukkan Layar Ponselnya Yang Terkunci Pola (Istimewa)
DARURAT UNIK: Ilustrasi Seorang Warga yang Tampak Kebingungan Sambil Menunjukkan Layar Ponselnya Yang Terkunci Pola (Istimewa)

SURAT KABAR, CIMAHI - Di balik kesigapan layanan darurat, ruang Call Center 112 Cimahi Campernik tak hanya dipenuhi laporan genting. Ada pula kisah-kisah tak terduga yang datang dari ujung telepon, mulai dari warga panik karena lupa pola handphone hingga ribuan panggilan iseng yang menguji kesabaran operator.

Di ruangan Call Center 112 Cimahi, di Gedung A Pemkot Cimahi, dering telepon nyaris tak pernah berhenti. Pada Kamis (2/6/2026), Penelaah Teknis Kebijakan Bidang IKPS Diskominfo, Adhy Ramadhyan, menceritakan dinamika di balik layanan yang sejatinya diperuntukkan bagi kondisi darurat tersebut.

Salah satu pengalaman yang membekas adalah ketika operator menerima laporan yang tidak biasa, permintaan bantuan membuka pola kunci handphone.

“Banyak itu sebenarnya soal pola kunci HP. Teleponnya ke kita, saat kita tanya kenapa ternyata setelah kita cari tahu, setelah kita coba telaah, ternyata karena memang dari handphone,” ujarnya saat diwawancarai Surat Kabar.

Fenomena itu bukan tanpa sebab. Adhy menjelaskan, sistem pada ponsel yang terdaftar di Indonesia memungkinkan panggilan darurat tetap tersambung ke nomor 112, bahkan ketika perangkat dalam kondisi terkunci.

“Jadi memang waktu itu ada yang nanya bagaimana cara membuka pola handphonenya, ‘ini saya lupa pola kuncinya’ gitu katanya. Akhirnya teman-teman operator mengarahkan untuk coba menghubungi ataupun mencari konter ataupun teknisi HP terdekat. Karena kan kalau yang seperti itu masuknya ke non-kegawatdaruratan,” ujar Adhy.

Di sisi lain, bukan hanya laporan unik yang kerap masuk. Panggilan iseng atau prank call juga menjadi tantangan tersendiri bagi layanan yang mulai beroperasi sejak 2024 ini, dan sepanjang tahun 2025, jumlahnya tidak sedikit.

“Prank call itu dari 2025 dari awal tahun sampai Desember kami hitung-hitung itu lebih dari 3500 telepon,” ungkap Adhy.

Menurutnya, tingginya angka tersebut tak lepas dari kemudahan akses layanan darurat melalui fitur emergency call di ponsel. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling sering melakukan panggilan tanpa tujuan jelas.

“Jadi, banyaknya prank call yang masuk, misalkan prank call yang masuk itu seperti anak-anak. Karena, kebanyakan anak-anak main pijit di HP-nya terus ‘halo, halo’,” katanya.

Seringkali, ketika operator mencoba menelusuri identitas penelepon, tidak ada respons lanjutan yang diberikan.

“Nah ketika kita tanya ini siapa, mereka tidak menjawab. Nah untuk meminimalisir prank call itu sendiri, di kita itu kan ketika kita telepon tuh ada suara otomatis ya. Ada kayak mungkin bukan robot sih lebih ke pengisi suara, pengisi suara otomatis,” bebernya.

Suara otomatis tersebut berfungsi sebagai peringatan awal bagi penelepon. Dalam pesannya, ditegaskan bahwa setiap panggilan iseng atau penyalahgunaan layanan dapat dikenakan sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Itu sebetulnya lebih ke mungkin dalam tanda kutip supaya orang tuh ‘wah ini tuh ternyata kalau iseng tuh kita bakal dilaporin atau bakal gimana’ gitu jadi lebih ke itu trigger-nya gitu ke masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu menekan angka panggilan palsu. Dalam satu bulan, rata-rata ratusan panggilan iseng masih masuk ke sistem.

“Iya rata-rata dalam satu bulan gitu 300 sampai 300 sekian yang jika diakumulasikan itu ada 3500. Nah rata-rata prank call-nya itu satu tadi anak-anak, kemudian ada yang ‘Ini ada kejadian ini’ setelah teman-teman operator lakukan koordinasi ternyata nggak ada gitu,” ungkap dia.

Di tengah derasnya panggilan yang masuk, para operator tetap dituntut sigap memilah mana laporan yang benar-benar darurat dan mana yang tidak. Sebab, di balik satu panggilan iseng, bisa saja ada panggilan lain yang justru menyangkut keselamatan jiwa. (REL)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar