SURAT KABAR, CIMAHI - Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menggelar kuliah umum kepemimpinan untuk memperkuat karakter mahasiswa dalam menghadapi peluang bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Unjani, Jalan Terusan Jenderal Sudirman, Cibeber, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Rabu (11/3/2026).
Kuliah umum bertema 'Optimalisasi Peran dan Karakter Mahasiswa dalam Memanfaatkan Bonus Demografi Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045' itu menghadirkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia, Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A., sebagai pembicara utama di hadapan mahasiswa serta civitas akademika.
Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si., menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin kampus dalam membangun karakter serta kepemimpinan mahasiswa.
"Jadi hari ini kita melaksanakan kegiatan penguatan karakter mahasiswa Smart Military University," kata Agus kepada wartawan usai kegiatan.
Menurut Agus, kegiatan tersebut sebelumnya dikenal dengan nama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Namun kini konsepnya diperluas dengan penekanan pada pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.
"Kegiatan ini sebenarnya kegiatan tahunan, dulu namanya PBAK, sekarang lebih arahnya ke penguatan karakter mahasiswa. Pak Luhut kita undang sebagai pembicara atau narasumber untuk memberikan kuliah kepemimpinan," ujarnya.
Ia berharap mahasiswa Unjani dapat meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang telah ditunjukkan Luhut Binsar Pandjaitan sepanjang perjalanan kariernya, baik di lingkungan militer maupun pemerintahan.
"Harapannya memang para mahasiswa semuanya bisa meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang telah ditorehkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan," ujarnya.
Agus menilai Luhut sebagai figur yang berhasil menorehkan rekam jejak kuat di dua bidang tersebut.
"Karena kita tahu semuanya Luhut merupakan tokoh yang sangat berhasil di dunia militer dan juga dunia pemerintahan, khususnya dari aspek leadership," katanya.
Ia juga menyinggung peran Luhut dalam masa krisis pandemi COVID-19, ketika pemerintah membutuhkan koordinasi dan arahan strategis dalam penanganan situasi darurat.
"Sehingga pada saat kita krisis pandemi COVID-19 kemarin, beliau tampil luar biasa memberikan advice, kemudian arahan kepada seluruh tim penanganan COVID saat itu," bebernya.
Selain itu, Agus menilai kontribusi Luhut juga terasa di wilayah Bandung Raya, khususnya dalam program pemulihan Sungai Citarum melalui inisiatif Citarum Harum.
"Sehingga Citarum Harum bisa seperti sekarang ini ya mungkin salah satunya karena waktu itu inisiasi dari Pak Luhut Binsar Pandjaitan," cetusnya.
Nilai-nilai kepemimpinan tersebut, kata Agus, diharapkan dapat ditransfer kepada mahasiswa Unjani yang kelak akan menjadi pemimpin di berbagai sektor.
“Itu yang ingin kita tularkan kepada para mahasiswa di Unjani semuanya, karena para mahasiswa nantinya akan menjadi para pemimpin di satuannya masing-masing,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Agus juga menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada periode 2030 hingga 2040, sebagaimana diproyeksikan oleh Bank Dunia dan UNDP.
“Nah harapan kita selama satu dasawarsa ke depan itu harapan kita, kita bisa memanfaatkan bonus demografi, yang ini juga pernah berhasil dialami oleh Jepang gitu ya, yang pernah juga mengalami bonus demografi dan beliau berhasil,” jelas Agus.
Momentum tersebut, lanjutnya, harus dimanfaatkan sebagai pijakan untuk mewujudkan visi besar Indonesia pada satu abad kemerdekaan.
“Harapan kita, bonus demografi menjadi batu loncatan agar kita tahun 2045 itu menjadi Indonesia Emas, 100 tahun kemerdekaan Indonesia," harap Agus.
Ia menambahkan, mahasiswa yang saat ini tengah menempuh pendidikan diperkirakan sudah berada di dunia kerja saat Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan.
Agus menegaskan para mahasiswa Unjani semua yang pada tahun 2045 itu mungkin sudah bekerja di satuannya masing-masing atau di lingkungan pekerjaan, dunia industri, atau dunia usaha.
"Dan harapan kita nanti beliau-beliau inilah yang akan mewarnai visi dari Indonesia Emas 2045," pungkas Agus. (SAT)

Posting Komentar