Lampaui Target, Kunjungan Wisatawan ke Cimahi Melonjak Pesat

Redaksi
Tambahkan
...
0
BERWISATA: Potret Aktivitas di Eco Wisata Cimenteng Kota Cimahi (Doc: Istimewa)

SURAT KABAR, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi mencatat lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025. Data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) menunjukkan jumlah wisatawan asing meningkat 159,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Dani Bastiani, mengatakan jumlah wisatawan asing yang datang ke Cimahi pada 2025 mencapai 1.239 orang, naik signifikan dari 477 kunjungan pada 2024.

Perhitungan tersebut diperoleh dari selisih jumlah wisatawan asing pada 2025 dan 2024, lalu dibagi jumlah kunjungan tahun sebelumnya dan dikalikan 100 persen. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan kunjungan sebesar 159,75 persen.

Capaian ini sekaligus melampaui target indikator kinerja kegiatan (IKK) sektor pariwisata yang ditetapkan pemerintah daerah pada 2025, yakni 100 persen. Pada tahun anggaran 2024, capaian indikator tersebut baru menyentuh 11,97 persen.

Menurut Dani, peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Cimahi juga terlihat pada momen libur panjang, termasuk saat libur Lebaran.

“Alhamdulillah ada peningkatan kunjungan wisatawan di Kota Cimahi. Kalau tidak salah itu hampir signifikan,” ujar Dani saat dimintai keterangan.

Ia menjelaskan, strategi pemerintah daerah untuk menarik wisatawan dilakukan dengan memaksimalkan potensi yang telah dimiliki Kota Cimahi. Berbeda dengan daerah lain yang mengandalkan wisata alam, Cimahi lebih menonjolkan potensi sejarah, budaya, serta pengembangan wisata berbasis komunitas.

“Kita untuk meningkatkan daya tarik wisatawan memanfaatkan potensi yang ada saja. Karena Cimahi tidak punya sumber daya alam yang besar, kecuali kita kembangkan eco wisata seperti di Cireundeu dan juga objek-objek sejarah,” kata Dani.

Ia menambahkan, identitas Cimahi sebagai kota militer turut menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata sejarah.

“Iya, militer, sejarah militer. Dan sekarang kita lihat di depan Pemkot Cimahi juga ada salah satu ikon. Itu menandakan Cimahi sebagai kota militer,” ujarnya.

Salah satu faktor yang turut mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara adalah penyelenggaraan kegiatan peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Asia atau Victory over Japan Day (VJ Day) pada 15 Agustus 2025. Agenda tersebut menarik minat wisatawan asing yang memiliki ketertarikan terhadap sejarah militer dan situs peninggalan kolonial.

Kunjungan wisata sejarah itu antara lain diarahkan ke sejumlah lokasi bersejarah di Cimahi, termasuk kompleks pemakaman militer Belanda di Ereveld Leuwigajah, yang selama ini menjadi salah satu titik wisata sejarah bagi wisatawan asing.

Selain wisata sejarah, potensi kebudayaan juga menjadi daya tarik lain bagi wisatawan. Pemerintah Kota Cimahi mencatat berbagai objek pemajuan kebudayaan (OPK), mulai dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, hingga permainan rakyat dan olahraga tradisional.

Data pemerintah daerah menunjukkan terdapat 75 objek cagar budaya yang terdata, dengan 40 objek di antaranya berstatus objek diduga cagar budaya (ODCB). Hingga saat ini, 12 objek telah ditetapkan secara resmi sebagai cagar budaya, di antaranya Rumah Sakit Dustira dan Bangunan Pemasyarakatan Militer I Cimahi atau Masmil Poncol.

Selain itu, terdapat 60 komunitas kebudayaan serta 325 pelaku seni budaya yang aktif di Kota Cimahi. Pada kategori warisan budaya tak benda, beberapa tradisi lokal juga telah tercatat pada tingkat nasional, seperti Upacara Tutup Taun Ngemban, Rasi, dan Longser.

Ke depan, pemerintah daerah juga berencana memperkuat agenda kebudayaan sebagai bagian dari strategi menarik wisatawan.

“Eco wisata rutin kita lakukan. Mudah-mudahan kalau ada anggarannya, kita buat Cimahi Creative Day, kemudian ada juga Cimahi Anugerah Budaya. Itu sebetulnya agenda tahunan untuk mengakomodasi karya seni dan kegiatan budaya yang ada di Cimahi,” kata Dani.

Dengan potensi sejarah militer dan kekayaan budaya yang dimiliki, Pemerintah Kota Cimahi menilai sektor pariwisata berbasis budaya berpeluang menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus sarana pelestarian identitas kota. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar