Iklan

Dishub Cimahi Petakan Titik Rawan Macet Jelang Lebaran dan Nyepi 2026, Jalur Utama hingga TPU Cipageran Jadi Perhatian

Posting Komentar
Ilustrasi Petugas Dishub saat Mengatur Lalu Lintas

SURAT KABAR, CIMAHI – Menjelang libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah yang berdekatan dengan peringatan Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Pemerintah Kota Cimahi mulai mengantisipasi potensi lonjakan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi memetakan beberapa titik yang diperkirakan menjadi pusat kemacetan selama periode mudik dan libur Lebaran.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus meminimalkan hambatan lalu lintas di jalur-jalur strategis yang dilalui pemudik maupun warga yang beraktivitas selama masa libur.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, mengungkapkan bahwa kepadatan lalu lintas umumnya terjadi di kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, seperti area perdagangan, pasar, hingga jalur nasional yang melintasi kota tersebut.

Menurutnya, sejumlah titik yang kerap mengalami kemacetan berada di kawasan pusat perbelanjaan di sepanjang Jalan Gandawijaya, area Pasar Antri, hingga kawasan Cimindi.

Selain itu, jalur nasional yang membentang dari Alun-alun Cimahi hingga Cibabat juga diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan. Pada ruas tersebut terdapat simpang Tagog yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik padat lalu lintas.

Kawasan wisata juga diprediksi mengalami lonjakan kendaraan, terutama di sekitar Alam Wisata Cimahi, yang kerap menjadi tujuan rekreasi masyarakat selama masa libur panjang.

"Disitu dan kami insyaallah nanti akan sesuai kemarin hasil rapat koordinasi dengan pihak terkait di Polres, kita akan berkolaborasi nanti,” kata Endang, Senin (9/3/2026).

Tak hanya di jalur utama, Dishub juga memprediksi kemacetan berpotensi terjadi di kawasan pemakaman yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat beberapa hari setelah Lebaran.

Endang menjelaskan, peningkatan aktivitas warga biasanya terjadi pada H+3 Lebaran. Pada waktu tersebut masyarakat kerap melakukan tradisi silaturahmi sekaligus ziarah ke makam keluarga.

“Hal itu terjadi biasanya karena terdapat beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh warga lokal ya. Baik itu melaksanakan silaturahmi maupun kunjungan ke tempat-tempat pemakaman,” ujarnya.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipageran yang berada di jalur Kolonel Masturi (Kolmas). Lokasi ini kerap menjadi titik hambatan lalu lintas karena berada di jalur strategis.

“Ya terutama pemakaman yang berada di jalur utama seperti halnya di TPU Cipageran di Kolmas. Ini juga menjadi salah satu titik yang selama ini menjadi hambatan yang menimbulkan kemacetan,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dishub Cimahi akan menyiapkan berbagai langkah, mulai dari penempatan personel, penyediaan perlengkapan jalan, hingga rekayasa lalu lintas jika diperlukan.

Selain itu, pihaknya juga berencana menjalin kerja sama dengan pengelola makam agar turut menyiapkan petugas yang membantu pengaturan arus kendaraan di sekitar area pemakaman.

“Di Cipageran situ di TPU Cipageran biasanya sampai H+3 lumayan ramai gitu. Sementara jalur Kolmas ini kan menjadi jalur utama, alternatif dari luar Bandung menuju Bandung yang melalui Cimahi,” bebernya.

Sebagai bagian dari upaya pengendalian arus mudik, Dishub Cimahi juga akan mendirikan posko mudik terpadu yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 13 Maret 2026. Posko tersebut akan aktif sejak H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Kita akan melakukan piket nanti di sana. Sebagai salah satu pos terpadu yang ada di wilayah Kota Cimahi,” cetusnya.

Posko tersebut nantinya dilengkapi dengan fasilitas pemantauan lalu lintas melalui jaringan kamera pengawas (CCTV) yang telah terpasang di sejumlah titik di Kota Cimahi.

“Kita akan pasang layar nanti, layar televisi yang akan kita pasang di pos terpadu ini agar memudahkan kami dalam melakukan percepatan penanganan,” kata Endang.

Melalui sistem pemantauan tersebut, petugas di posko dapat mengawasi kondisi lalu lintas secara real-time. Jika terdeteksi kepadatan kendaraan di suatu titik, informasi akan segera diteruskan kepada petugas di lapangan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

“Biasanya gitu layar, jadi jika terjadi kemacetan sehingga nanti yang jaga di posko akan menginformasikan kepada petugas dilapang untuk segera ditangani,” tandasnya. (SAT)

Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar