SURAT KABAR, KBB - Keamanan pangan kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya konsumsi takjil selama Ramadan. Untuk memastikan perlindungan konsumen, BPOM Bandung melakukan uji cepat terhadap 14 sampel takjil yang dijajakan pedagang di kawasan Alun-alun Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (2/3/2026).
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel dinyatakan aman dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun zat pewarna tekstil yang kerap disalahgunakan dalam pangan siap saji.
Berdasarkan pantauan di lokasi, jenis takjil yang diuji meliputi tahu goreng, cilor, bakso goreng, sosis goreng, cakue, saus, hingga es campur. Sampel tersebut diambil secara acak dari pedagang yang beroperasi di sekitar pusat keramaian Lembang.
“Kita melakukan uji cepat terhadap beberapa bahan berbahaya, antara lain kandungan formalin, boraks, rhodamin B, dan methanil yellow. Dari 14 sampel yang diuji hari ini, semuanya memenuhi syarat. Ada saus, bakso, dan tahu. Hasilnya semuanya bagus, tidak mengandung bahan berbahaya,” kata Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung, I Made Bagus Gerametta, di Lembang.
Pengawasan ini dilakukan sebagai langkah preventif mengingat zat berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, hingga methanil yellow masih kerap ditemukan dalam pangan siap saji yang dijual secara bebas, terutama pada momen dengan lonjakan konsumsi seperti Ramadan.
“Biasanya formalin ditemukan pada pangan siap saji. Alhamdulillah kami belum ada temuan,” ujarnya.
Meski hasil pengujian kali ini tergolong aman, BPOM tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dalam memilih makanan. Konsumen diminta memahami ciri-ciri pangan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya, khususnya pewarna sintetis yang tidak diperuntukkan bagi makanan.
“Kalau memilih pangan, jangan yang warnanya terlalu mencolok, misalnya merah terang, karena kemungkinan mengandung pewarna berbahaya. Kemudian makanan yang tahan terlalu lama juga perlu diwaspadai karena bisa saja ditambahkan formalin. Pastikan memilih makanan yang bersih dan segar,” katanya.
I Made Bagus menegaskan bahwa formalin memiliki dampak serius bagi kesehatan manusia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Formalin berbahaya bagi tubuh. Formalin sebenarnya digunakan untuk pengawet mayat. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan keracunan bahkan kematian. Jika terakumulasi dalam tubuh dalam jangka panjang juga berisiko menyebabkan kanker,” tandasnya. (SAT)


Posting Komentar
Posting Komentar