SURAT KABAR, CIMAHI - Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang perayaan Imlek dan memasuki masa ibadah puasa, kepolisian memperkuat strategi pencegahan gangguan keamanan dengan melibatkan komunitas pengemudi ojek online (ojol).
Langkah ini dinilai penting mengingat ojol memiliki mobilitas tinggi dan bersentuhan langsung dengan aktivitas warga di tingkat akar rumput.
Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan Zoom virtual yang diikuti jajaran Polres Cimahi bersama Polda Jawa Barat, Jumat sore. Kegiatan ini melibatkan mitra kepolisian dari komunitas ojol yang beroperasi di wilayah Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Wakapolres Cimahi, Kompol Rizki Syawaludin Akbar, S.I.K., S.H., M.H., bersama Kasat Binmas Polres Cimahi AKP Sipto Dwi Laksono, S.H., M.H., mengikuti langsung pertemuan daring tersebut yang terhubung dengan Kapolda Jawa Barat.
Kegiatan ini digelar serentak di seluruh jajaran Polda Jabar sebagai bagian dari penguatan sinergi kamtibmas berbasis partisipasi masyarakat.
Dalam forum tersebut, kepolisian menekankan pentingnya peran ojol sebagai mitra strategis dalam mendeteksi dini potensi gangguan keamanan, mengingat mereka kerap berada di ruang publik dan wilayah pemukiman.
“Kegiatan ini menjadi ajang sharing informasi. Kami bisa menindaklanjuti laporan dari rekan-rekan ojol untuk menjaga harkamtibmas, apalagi saat ini kita sedang mempersiapkan pengamanan menjelang perayaan Imlek dan ibadah puasa. Harapan kami, Kota Cimahi dan KBB tetap aman serta kondusif,” ujar Kompol Rizki.
Menurutnya, komunikasi dua arah antara kepolisian dan komunitas ojol menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, terutama pada periode rawan peningkatan aktivitas ekonomi dan sosial.
Sementara itu, perwakilan komunitas ojol menyambut positif langkah kepolisian yang terus membuka ruang dialog dan kolaborasi. Ia menilai hubungan yang terbangun selama ini sudah berjalan cukup intens dan konstruktif.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolda dan jajaran. Sebenarnya komunikasi sudah lama terjalin. Dengan adanya kegiatan ini, kami saling mengingatkan dan introspeksi. Komunitas ojol juga aktif sebagai relawan, termasuk saat bencana tanah longsor kemarin. Harapan kami ke depan, perhatian untuk kawasan Cimahi dan KBB bisa lebih ditingkatkan, terutama terkait warung dan bengkel binaan,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung persoalan penyalahgunaan atribut ojol oleh oknum tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Namun, melalui koordinasi yang terbangun dengan aparat kepolisian, potensi tersebut dinilai dapat ditekan.
Sinergi antara kepolisian dan komunitas ojol ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk pertukaran informasi yang cepat dan responsif.
Dengan pola kolaborasi tersebut, stabilitas keamanan di Cimahi dan KBB diharapkan tetap terjaga di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. (SAT)




Posting Komentar
Posting Komentar