Iklan

Billy Martasandy: Kolaborasi HIPMI Harus Jadi Karpet Merah bagi Pengusaha Muda

Posting Komentar
Pengusaha asal Bandung, Billy Martasandy
SURAT KABAR, BANDUNG - Komitmen kolaborasi strategis antara Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Provinsi DKI Jakarta (BPD HIPMI JAYA) dan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Barat (BPD HIPMI JABAR) tak hanya diproyeksikan menghadirkan potensi transaksi hingga Rp500 miliar. 

Lebih dari itu, kerja sama ini dinilai harus menjadi ruang keberpihakan nyata bagi para pengusaha muda.

Pengusaha asal Bandung, Billy Martasandy, menegaskan bahwa momentum kolaborasi lintas wilayah ini harus dimanfaatkan sebagai panggung regenerasi dan akselerasi pengusaha muda, khususnya di Jawa Barat.

“Kerja sama ini jangan hanya dinikmati oleh pelaku usaha yang sudah mapan. Justru harus menjadi ruang tumbuh bagi pengusaha muda yang sedang membangun kapasitas, jaringan, dan rekam jejaknya,” ujar Billy.

Menurutnya, pengusaha muda memiliki energi, kreativitas, serta keberanian berinovasi yang menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis. Namun, mereka kerap terkendala akses terhadap proyek, pembiayaan, hingga jejaring bisnis strategis.

Billy menilai sinergi antara HIPMI JAYA dan HIPMI JABAR dapat menjadi jembatan untuk membuka akses tersebut. Dengan pemetaan kapasitas usaha yang telah dilakukan, proyek-proyek konstruksi, logistik, distribusi, manufaktur, dan jasa dapat dirancang agar melibatkan pelaku usaha muda sebagai bagian dari rantai pasok utama.

“Keberpihakan itu harus konkret. Misalnya dengan skema kemitraan, pembagian porsi pekerjaan, hingga pendampingan agar pengusaha muda tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi benar-benar naik kelas,” tegasnya.

Sebagai pengusaha yang tumbuh dan berkembang di Bandung, Billy mengaku memahami tantangan yang dihadapi generasi muda dalam membangun usaha dari nol. Karena itu, ia mendorong agar implementasi MoU ini juga disertai dengan program inkubasi, business matching, serta forum evaluasi berkala untuk memastikan peluang benar-benar tersalurkan secara adil.

“Kalau kita ingin menciptakan multiplier effect ekonomi daerah, maka kita harus memperbanyak jumlah pengusaha yang kuat. Caranya adalah dengan memberi ruang dan kepercayaan kepada generasi muda,” tambahnya.

Billy optimistis, jika keberpihakan terhadap pengusaha muda menjadi bagian dari strategi kolaborasi, maka proyeksi nilai Rp500 miliar bukan hanya sekadar angka, melainkan awal dari pertumbuhan ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Ekonomi daerah akan kuat kalau pengusaha mudanya berani tumbuh dan didukung untuk berkembang. Ini saatnya kita membangun bukan hanya nilai transaksi, tetapi juga nilai masa depan,” pungkasnya. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar