SURAT KABAR, MALUT - Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan menengah bagi seluruh anak di daerah. Melalui sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun 2025, pemerintah memastikan tidak ada hambatan biaya bagi lulusan SMP dan sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, melalui unggahan video di akun TikTok resminya, @sherlytjoanda.
Dalam pesannya, Gubernur menyampaikan ajakan sekaligus dorongan kepada para lulusan SMP, MTs, dan sederajat di seluruh wilayah Maluku Utara agar tidak berhenti melanjutkan pendidikan.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara, ingin menyampaikan pesan khusus untuk anak-anakku lulusan SMP, MTs, dan sederajat di seluruh penjuru Maluku Utara," ujarnya dalam unggahan tersebut.
Dalam pernyataannya, Gubernur menegaskan bahwa seluruh SMA dan SMK negeri di Maluku Utara telah menerapkan kebijakan bebas uang komite secara menyeluruh.
Kebijakan ini bertujuan memastikan tidak ada diskriminasi serta membuka kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun sosial.
"Ayo lanjutkan pendidikan kalian ke jenjang SMA atau SMK. Jangan ragu untuk melangkah lebih jauh demi masa depan yang lebih baik. Pendaftaran SPMB tahun 2025 akan dibuka mulai tanggal 9 hingga 17 Juni 2025," kata Sherly.
SPMB 2025 di Maluku Utara dibuka melalui empat jalur seleksi, yakni jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran secara daring maupun langsung ke sekolah tujuan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kalian bisa mendaftar secara online lewat link di bawah sini atau langsung datang ke sekolah pilihan kalian. Ada empat jalur pendaftaran yang bisa kalian pilih, jalur domisil, jalur prestasi, jalur afirmasi, jalur mutasi," tegasnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap kebijakan pendidikan gratis ini dapat menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah, demi mendukung pembangunan Maluku Utara yang berkelanjutan.
Ia juga menegaskan, SMA dan SMK di Maluku Utara kini 100 persen bebas uang komite. Tanpa pungutan, tanpa diskriminasi. Sehingga, kata dia, setiap anak punya hak yang sama untuk melanjutkan sekolah apapun latar belakangnya.
"Langkahkan kaki kalian dengan penuh semangat, genggam masa depan yang lebih cerah untuk diri sendiri, keluarga, dan Maluku Utara tercinta," tutupnya. (SAT)


Posting Komentar
Posting Komentar