SURAT KABAR, MALUKU UTARA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menunjukkan sikap tegas terkait dugaan pungutan uang bulanan di sejumlah SMA, termasuk sekolah swasta.
Dalam sebuah pertemuan terbuka dengan warga dan orang tua murid, Sherly secara langsung meminta klarifikasi dan menegaskan bahwa praktik penarikan uang bulanan tidak boleh lagi terjadi.
Di hadapan warga, Sherly mempertanyakan secara terbuka sekolah mana saja yang masih memungut iuran bulanan dari siswa. Ia meminta pihak yang merasa masih membayar untuk maju dan menyampaikan langsung.
"Siapa yang masih bayar? SMA mana yang masih bayar uang bulanan? Maju sini. Sekarang. Bukan yang lalu, sekarang," ujar Sherly dengan nada tegas dalam unggahan video Tiktok @hot_topic_terkini.
Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam menyampaikan informasi. Menurutnya, memberikan keterangan yang tidak benar justru akan memperkeruh persoalan.
“Memfitnah itu juga sama dengan dosa. Kalau tidak bayar, bilang tidak bayar. Kalau bayar, bilang bayar. Jadi ini betul bayar atau tidak bayar?” tegasnya.
Dalam dialog tersebut, seorang warga mengaku masih membayar uang sekolah sebesar Rp300 ribu setiap bulan kepada pihak sekolah. Setelah ditelusuri, diketahui bahwa sekolah tersebut adalah SMA Swasta Kristen Nusa Damai.
“Setiap bulan 300 ribu?” tanya Sherly memastikan.
“Iya,” jawab warga tersebut.
Sherly pun menegaskan bahwa baik SMA negeri maupun swasta seharusnya sudah masuk dalam kebijakan pembebasan biaya bulanan. Ia kembali menanyakan apakah pungutan tersebut masih berlangsung hingga saat ini.
Tak hanya satu warga, orang tua murid lainnya juga menyampaikan pengakuan serupa. Seorang wali murid mengaku membayar biaya pendaftaran sebesar Rp550 ribu, serta masih dikenakan uang bulanan.
Wali murid lain bahkan menyebut nominal Rp35 ribu yang dibayarkan setiap bulan hingga bulan terakhir.
Menanggapi hal itu, Sherly kembali menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran pendidikan untuk menutup biaya tersebut.
“Setiap bulan pemerintah daerah sudah bayar Rp50 ribu per anak. Jadi kalau masih ditagih, jangan bayar,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak takut dan segera melaporkan jika masih ada pungutan. Sherly bahkan membuka jalur komunikasi langsung melalui media sosial pribadinya.
“Kalau mereka masih nagih lagi, kalau ada tagihan foto, kalau ada video, kirim DM ke saya,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan guru honorer dari SMA Kristen Nusa Damai juga menyampaikan klarifikasi. Namun pernyataan tersebut kembali diuji dengan pengakuan para orang tua murid yang menyatakan pungutan masih berjalan.
Sherly menegaskan, persoalan ini akan dicek dan ditindaklanjuti secara serius. Ia meminta semua pihak menghentikan perdebatan panjang dan fokus pada kepastian kebijakan.
“Daripada kita debat sampai sore, intinya begini. Kalau ditagih, jangan bayar. Karena mereka sudah terima uang dari Pemprov,” tegasnya.
Sherly menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa kebijakan pendidikan gratis harus benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya menjadi aturan di atas kertas.
Ia memastikan pemerintah provinsi akan menindak tegas sekolah yang masih memungut biaya bulanan di luar ketentuan. (SAT)


Posting Komentar
Posting Komentar