Iklan

D Flash Siap Hidupkan Kembali Semangat Nasionalisme Lewat Lagu-Lagu Koes Plus di Bandung

Posting Komentar
D Flash Bandung asal Cimahi yang Hidupkan Kembali Musik Koes Plus
SURAT KABAR, CIMAHI – Upaya melestarikan musik legendaris Koes Plus sekaligus membangkitkan kembali rasa nasionalisme di tengah masyarakat terus dilakukan oleh berbagai komunitas musik. 

Salah satunya datang dari D Flash, grup musik asal Cimahi dan Bandung Raya, yang memastikan akan tampil pada 25 Januari 2026 di Laneo Cafe, Jalan Jawa, Kota Bandung. 

Penampilan ini tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan juga ruang temu lintas generasi bagi pencinta lagu-lagu Koes Plus, dari yang lama hingga yang muda.

Drummer dan vokal D Flash, Iwan S Hambali, menegaskan bahwa kehadiran mereka membawa misi penting, yakni menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap karya-karya Koes Plus yang sarat nilai kebangsaan.

"Kami D Flash mungkin akan hadir pada tanggal 25 Januari 2026 di Laneo Cafe, Jalan Jawa. Mudah-mudahan kami bisa mengobati atau menghibur teman-teman Koes Plus Mania yang suka banget dengan lagu-lagu Koes Plus gitu kan. Komunitas-komunitas yang seneng lagu Koes Plus masih banyak ternyata," ujarnya saat diwawancarai Surat Kabar di kediamannya, Minggu (18/1/26).

Menurut Iwan, pandangan bahwa Koes Plus hanya diminati generasi tua kini tidak lagi relevan. Lagu-lagu band legendaris tersebut justru mulai kembali digemari oleh anak-anak muda.

"Sekarang bukan lagi orang-orang tua yang angkatan setengah tualah ya, atau orang yang menjelang tua-tua menjelang magrib gitu. Tapi kita berusaha untuk menyajikan lagu Koes Plus ini juga disenangi oleh anak-anak mudanya. Dan ternyata banyak juga anak muda yang seneng Koes Plus," katanya.

Fenomena ini menjadi alasan kuat bagi D Flash untuk tampil serius dan maksimal. Persiapan dilakukan secara intensif, baik dari sisi musikal maupun penampilan panggung.

"Persiapan kami ya sebaik mungkinlah ya, dari segi penampilan ke depan, latihan terus dimaksimalkan supaya tidak mengecewakan nanti teman-teman yang nonton. Lagu Koes Plus bisa mengobati kerinduan mereka, ingat lagi apa, memori-memori yang ke belakang masih pada muda gitu kan," jelas Iwan.

Latihan rutin dilakukan di D Flash sebagai ruang kreatif mereka. Sasaran penonton pun tidak terbatas pada Kota Bandung saja, tetapi juga Cimahi dan wilayah Bandung Raya.

"Nah, ini kami berlatih sebaik mungkin dari kami untuk disajikan ke teman-teman pencinta musik Koes Plus, khususnya di Kota Bandung. Mudah-mudahan Kota Bandung, Cimahi, atau Bandung Raya lah ya yang akan datang di sana," tuturnya.

Tidak berhenti pada panggung luring, D Flash juga aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana distribusi dan komunikasi dengan komunitas Koes Plus di berbagai daerah. Antusiasme warganet menjadi energi tambahan bagi mereka.

"Juga melalui medsos kita akan berikan juga nanti hasilnya untuk komunitas-komunitas Koes Plus seluruh Indonesia. Masalahnya di medsos juga banyak yang WA ke saya, bahkan ada yang minta nomor telepon, ada yang Messenger gitu. Mereka ternyata seneng juga liat D Flash di media sosial, di Facebook ini," ungkap Iwan.

Ia menambahkan, banyak penggemar yang mengirimkan permintaan lagu dan dukungan moral.

"Banyak kan ada yang minta lagu A, ada yang request lagu B, C, terus minta kenalan, support. Nah, itulah menjadi semangat bagi kita untuk tetap melestarikan musik Koes Plus," katanya.

Lebih jauh, Iwan menilai Koes Plus memiliki kekuatan ideologis yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini.

"Saya yakin musik Koes Plus ini akan abadi karena inilah ciri khas kita sebagai bangsa Indonesia. Apalagi dengan lirik syair lagunya, Koes Plus tuh nasionalisme banget. Dengan adanya beberapa lagu yang sifatnya bener-bener nasional seperti Nusantara," ujarnya.

D Flash berencana membawakan sejumlah lagu bertema Nusantara dan nasionalisme sebagai bentuk refleksi atas situasi sosial dan politik mutakhir.

"Mudah-mudahan dengan munculnya kembali lagu-lagu Nusantara yang sifatnya nasionalis bagi kami ini mengingatkan kepada masyarakat, khususnya pencinta Koes Plus maupun masyarakat yang baru denger lagu Nusantara, supaya lebih lagi mencintai tanah airnya," tutur Iwan.

Ia juga menyoroti tantangan nasionalisme di era globalisasi digital. Lebih lagi, katanya, meningkatkan rasa nasionalisme yang sekarang mungkin udah hampir terkikis dengan adanya media-media sosial yang global.

"Media global segala macem, rasa nasionalisme kita tuh udah hampir terkikis gitu. Apalagi dengan kejadian-kejadian secara politik ya saat-olah ini gitu. Mana sih rasa nasionalisme kita?" katanya.

Menjawab pertanyaan terkait konsep pertunjukan, Iwan menyebut D Flash menyiapkan repertoar cukup besar.

"Rencana kita persiapan sekitar 40 sampai 60 laguan. 60 lagu. Jadi pendek-pendek Koes Plus tuh. Koes Plus tuh maksimal lah 4 menit, mungkin ada yang 4 menit, ada yang 3 menit rata-rata," jelasnya.

Persiapan fisik para personel juga menjadi perhatian serius. Mereka juga harus siap secara stamina, terutama vokalis-vokalis utamanya.

"Kang Agung nih, Pak Beni, Pak Beno. Nah, itulah kita mempersiapkan fisik kita juga karena kita pengen menyajikan yang terbaik," sambung Iwan.

Untuk menambah interaksi, D Flash juga merancang kuis dan gim tebak lagu bagi penonton, lengkap dengan hadiah dan cendera mata.

"Nanti juga bisa direncanakan bikin kuis, Tebak lagu. Saya bisa bikin intro misalnya, nanti hadiahnya bisa kaos D Flash gitu kan. Ada doorprize gitu," ujarnya.

Saat ditanya kesiapan materi di tengah situasi politik nasional, Iwan memastikan seluruh lagu telah dipersiapkan matang.

"Udah. Jadi lagu-lagu yang kita akan tampilkan udah dipersiapkan, terus kita terus latihan supaya lebih maksimal lagi. Kita yang menonton juga nggak kecewa gitu lah dengan jangan asal-asalan gitu nanti kita," tegasnya.

Ia berharap kehadiran D Flash dapat memperkaya khazanah musik Bandung dan dikenal lebih luas secara nasional.

"Penampilan D Flash mudah-mudahan bisa menambah nuansa musik di Bandung khususnya. Ya mudah-mudahan bisa dikenal di Indonesia gitu untuk D Flash ini gitu yang dari Cimahi ini," pungkas Iwan.

Dengan semangat lintas generasi, D Flash berupaya menjadikan musik Koes Plus bukan sekadar nostalgia, melainkan juga medium refleksi kebangsaan yang relevan dan terus hidup di tengah dinamika zaman. (SAT)
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar