Iklan


Iklan

Pemerintah Cimahi Tuntaskan Proyek Strategis 2025, Dari RSUD Cibabat hingga Bundaran Jati

Posting Komentar
Pemerintah Cimahi Tuntaskan Proyek Strategis 2025, Dari RSUD Cibabat hingga Bundaran Jati

SURAT KABAR, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi menutup tahun anggaran 2025 dengan menempatkan infrastruktur dan layanan publik sebagai poros utama pembelanjaan daerah. 

Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, sejumlah proyek strategis di sektor kesehatan, pendidikan, sosial, hingga mobilitas perkotaan dinyatakan rampung dan mulai beroperasi bagi masyarakat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Cimahi mencatat, jutaan rupiah dari APBD tahun ini dialokasikan untuk konstruksi dan peningkatan fasilitas publik. 

Kepala DPUPR Cimahi, Wilman Sugiansyah menyebut penyelesaian proyek-proyek tersebut menandai fase penting dari perbaikan layanan dasar di kota yang masih bergulat dengan keterbatasan ruang dan kepadatan mobilitas.

“Untuk Unit Pelayanan RSUD Cibabat, berdasarkan laporan bantuan teknis, anggarannya senilai Rp5,105 miliar dan alhamdulillah pekerjaannya sudah selesai,” ujar Wilman, saat ditemui Surat Kabar di kantornya, Rabu (31/12/25).

Pada sektor kesehatan, Pemerintah Kota Cimahi juga mengalokasikan Rp8,405 miliar bagi pembangunan Puskesmas Cibeureum, serta Rp2,28 miliar untuk pengoperasian Rumah Singgah di bawah naungan Dinas Sosial. 

Di bidang pendidikan, rehabilitasi SMP Negeri 9 Cimahi menelan anggaran sekitar Rp600 juta untuk merenovasi empat ruang kelas.

“Kalau SMP itu detail pekerjaannya ada di Dinas Pendidikan,” imbuh Wilman.

Sementara itu, Bundaran Jati, lebih dikenal warga sebagai Bundaran Cihanjuang menjadi sorotan sebagai proyek infrastruktur mobilitas utama tahun ini. 

Menghabiskan dana Rp2,24 miliar, pengerjaan bundaran tersebut tuntas dalam empat bulan setelah proses pengadaan lahan rampung tahun sebelumnya.

“Sekarang tinggal penyempurnaan, dan diarahkan Pak Wali Kota agar tahun depan bisa dilanjutkan sebagai landmark kota. Targetnya jadi ruang publik seperti Malioboro, supaya menambah kebahagiaan masyarakat,” kata Wilman.

DPUPR juga menyelesaikan pengerjaan akses Gedung A Kompleks Pemerintahan Kota Cimahi dengan nilai Rp2,3 miliar. Menurut Wilman, seluruh proyek itu bersumber dari APBD 2025, dengan sejumlah pekerjaan lintas sektor yang melibatkan dinas lain. 

Sektor taman Bundaran Jati bertumpu pada kolaborasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), sedangkan rehabilitasi sekolah memanfaatkan dana gabungan APBD dan APBN.

Wilman memastikan kualitas konstruksi menjadi perhatian khusus di tengah potensi cuaca ekstrem.

"Kalau dilihat beberapa hari terakhir tidak ada genangan. Drainase berjalan baik. Ada aspal terkelupas sedikit tapi sudah ditangani di masa pemeliharaan,” ungkapnya.

Di sisi kebijakan, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyebut sedikitnya lima titik proyek strategis telah diresmikan sebagai wujud perbaikan pelayanan publik lintas sektor, RSUD Cibabat, Puskesmas Cibeureum, revitalisasi SMPN 9, Rumah Singgah, dan Bundaran Jati yang diproyeksikan sebagai simpul mobilitas untuk mengurai kemacetan.

“Hari ini tanggal 31 Desember, Pemerintah Kota Cimahi meresmikan pekerjaan strategis daerah. Mulai dari RSUD Cibabat, Puskesmas Cibeureum, revitalisasi SMP 9, Rumah Singgah di Kelurahan Cipageran, hingga Bundaran Jati yang bisa mengurai kemacetan,” tutur Ngatiyana.

Bundaran Jati, menurutnya, akan menjadi wajah baru Cimahi Utara sekaligus ruang pertemuan warga. Tahun depan, ruas Jalan Jati direncanakan berubah nama menjadi Jalan Sudarna sebagai penyesuaian tata ruang dan arus kendaraan.

Ngatiyana menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar upaya estetika, melainkan pembenahan sistem layanan publik dari “hulu hingga hilir”, yang juga menyasar area pemerintahan sebagai pusat pelayanan.

“Nanti ada Plaza Rakyat, kantin, dan beberapa fasilitas publik lainnya. Ini belum apa-apa, baru depan saja. Bertahap akan berubah,” ujarnya.

Ngatiyana menyatakan visi pembangunan Cimahi bertumpu pada tiga kebutuhan dasar yaitu infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Ia berharap keberlanjutan pembangunan dapat terjaga di tahun anggaran berikutnya.

“Semuanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan masyarakat. Doakan Cimahi tetap mampu membangun, agar pelayanan publik kita semakin baik,” ucapnya menutup. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar


Media online terpercaya yang menghadirkan berita terkini dengan gaya penyajian modern dan berimbang. Mengupas isu-isu penting dari berbagai sudut, menghadirkan fakta dengan kedalaman, serta menjangkau pembaca milenial hingga profesional.