BANDUNG, SURAT KABAR - Musik bukan cuma soal distorsi gitar, gebukan drum, atau suara yang meledak dari atas panggung. Kadang, semuanya justru bermula dari obrolan santai, secangkir kopi, dan sekumpulan orang yang memiliki kecintaan serta kegelisahan yang sama terhadap musik.
Suasana seperti itu bisa ditemukan di Come In Coffee, Jalan Gedebage Selatan No. 159, Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.
Dengan konsep outdoor yang santai, tempat ini tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati kopi dan pertunjukan musik, tetapi juga menjadi titik berkumpul sebuah pergerakan kolektif bernama Unplugged.
Melalui gelaran Come To Unplugged Vol. 4 pada Sabtu, 7 November 2026, musisi-musisi dari Kota Bandung dan sekitarnya kembali mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya orisinal sekaligus menampilkan performa terbaik dalam suasana yang intim dan hangat.
Berdiri sejak 12 April 2026, Unplugged terus mengembangkan pergerakannya. Memasuki volume keempat, komunitas ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga membangun ruang pertemuan bagi para musisi untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan memperluas jaringan.
Di balik terbentuknya komunitas tersebut, ada sosok Aboya Aboy, drummer band LISTYU sekaligus salah satu pionir Unplugged. Perjalanan menuju terbentuknya kolektif ini ternyata berawal dari keterlibatannya dalam kegiatan kesenian dan sosial.
Aboy sebelumnya aktif di komunitas kesenian Rumah Seni GBI. Bersama rekan-rekannya, ia terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, lingkungan, dan kesenian yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
"Awalnya, saya bergerak di komunitas kesenian Rumah Seni GBI. Di sana, saya dan teman-teman bergerak di bidang lingkungan dan kesenian, khususnya untuk mengabdi kepada masyarakat," kata Aboy saat diwawancara pada Minggu, 8 November 2026.
Perjalanan itu kemudian mempertemukannya dengan anak-anak Karang Taruna Soreang yang memiliki semangat serupa. Pertemuan tersebut terjadi ketika Aboy sedang menjalankan aktivitas daur ulang sampah.
Dari obrolan sederhana, hubungan mereka berkembang menjadi ruang berbagi dan bermusik bersama.
"Di sana, saya diajak berbagi dan jamming," tuturnya.
Dari pengalaman tersebut, Aboy mengenal gerakan kolektif bernama MJS atau Music Jamming Session. Komunitas asal Soreang itu kemudian menjadi salah satu inspirasi dalam membangun konsep Unplugged.
Gagasannya cukup sederhana, menghadirkan tempat berkumpul sekaligus ruang pertunjukan bagi musisi yang memiliki karya sendiri. Coffee shop pun bisa dimanfaatkan sebagai panggung alternatif untuk mempertemukan musisi dengan para pendengarnya.
"Awalnya, saya terinspirasi oleh anak-anak kolektif Soreang itu. Namanya MJS, Music Jamming Session," ujar Aboy.
Kesempatan mewujudkan gagasan tersebut datang melalui penyelenggaraan COME TO UNPLUGGED VOL. 1 di Come In Coffee. Dukungan tempat dan fasilitas menjadi modal awal untuk mengembangkan konsep pertunjukan musik kolektif di Bandung.
Dari penyelenggaraan pertama, pergerakan ini berlanjut ke volume kedua, ketiga, hingga keempat. Menurut Aboy, pada awalnya hanya segelintir musisi yang terlibat. Namun, semangat kebersamaan membuat komunitas ini perlahan berkembang dan semakin terbuka bagi musisi yang ingin memperkenalkan karya mereka.
"Yang memang pada awalnya hanya segelintir musisi yang terlibat, tapi dengan keyakinan dan kekuatan kebersamaan, akhirnya bisa terwujud dan menjadi wadah untuk para musisi yang punya karya," katanya.
Bagi Aboy, salah satu perkembangan positif dari pergerakan ini terlihat dari semakin banyaknya musisi yang membawakan materi orisinal. Berdasarkan hasil evaluasi COME TO UNPLUGGED VOL. 4, mayoritas penampil diketahui membawakan karya ciptaan sendiri.
Respons positif dari para peserta juga menjadi dorongan untuk melanjutkan kegiatan serupa ke volume berikutnya. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa ruang pertunjukan alternatif masih dibutuhkan oleh musisi independen untuk memperkenalkan karya dan membangun koneksi.
"Pada akhirnya, hal yang paling berharga dari pergerakan ini adalah sebuah proses yang saling bergotong royong demi mengudarakan dan menyajikan karya-karya yang segar," pungkas Aboy.
Bagi Unplugged, membangun pergerakan musik tidak selalu harus dimulai dari panggung besar atau dukungan industri rekaman.
Ruang sederhana, inisiatif, dan semangat kolektif bisa menjadi awal bagi musisi untuk terus berkarya dan memperkenalkan musik mereka kepada publik. (SAT)



Posting Komentar