Billy Martasandy Dorong Kolaborasi Akademik untuk Perkuat Pendidikan Inklusif di Bandung

Admin
Tambahkan
...
0
Billy Martasandy Dorong Kolaborasi Akademik untuk Perkuat Pendidikan Inklusif di Bandung

SURAT KABAR, BANDUNG - Director PT Martasandy Psychology Indonesia, Billy Martasandy, mendorong kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi psikologi untuk mendukung pengembangan pendidikan inklusif. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan akademik bersama Universitas Paramadina melalui Magister Psikologi Pendidikan ke SLBN A Pajajaran Bandung.

Kunjungan ini menjadi langkah awal kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk mengenali lingkungan pendidikan anak berkebutuhan khusus, memahami kebutuhan peserta didik, serta menjajaki peluang pengembangan program yang relevan dengan kondisi di lapangan.

Billy menilai, kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu dirancang berdasarkan kebutuhan nyata. Karena itu, pemahaman terhadap lingkungan pendidikan menjadi fondasi penting sebelum menentukan bentuk program yang akan dijalankan.

“Pengabdian kepada Masyarakat perlu berangkat dari kebutuhan nyata dan dilaksanakan melalui kolaborasi yang tepat. Kami melihat kunjungan ini sebagai kesempatan untuk membangun sinergi antara dunia akademik dan praktik, sehingga perspektif psikologi dapat menjadi bagian dari upaya mengembangkan program yang sesuai dengan konteks serta potensi peserta didik,” ujar Billy.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi psikologi dapat membuka ruang pertukaran perspektif sekaligus memperkuat relevansi program pengabdian dengan kebutuhan sekolah.

Melalui kunjungan tersebut, Universitas Paramadina dan PT Martasandy Psychology Indonesia berupaya membangun komunikasi dengan pihak sekolah sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama yang berorientasi pada kebutuhan dan kesejahteraan peserta didik.

VP Growth & Partnership PT Martasandy Psychology Indonesia, Dian Rahmawati, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan kesempatan untuk memahami kebutuhan pendidikan secara lebih dekat.

“Psikologi tidak hanya berperan dalam memahami perilaku dan perkembangan individu, tetapi juga dapat membantu membangun lingkungan yang lebih suportif,” kata Dian.

Ia berharap, dialog dan kolaborasi dengan pihak sekolah serta perguruan tinggi dapat membuka peluang kontribusi yang relevan bagi pendidikan inklusif.

Penjajakan ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan kegiatan lanjutan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Melalui pendekatan yang mengutamakan pemahaman terhadap kondisi nyata, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan pendidikan dan peserta didik. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar