Langkah Pemkab Bandung Barat Kembangkan Ekonomi Kreatif yang Punya Potensi Luar Biasa

Redaksi
Tambahkan
...
0
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail

SURAT KABAR, BANDUNG BARAT - Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menilai, produk ekonomi kreatif asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) sangat luar biasa dan memiliki daya saing di pasar lokal dan internasional sehingga perlu mendapat perlindungan hukum. 

"Kreativitas hari ini adalah sumber daya baru, the new capital. Ia perlu dilindungi, difasilitasi, dan dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi masa depan," kata Jeje, Selasa (20/20/2026).

Kabupaten Bandung Barat, kata Jeje, sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Payung hukum itu diyakini bakal memperkuat memperkuat fondasi ekonomi masa depan melalui pengembangan sektor ekonomi kreatif.

Jeje mengatakkan, Perda tentang Ekonomi Kreatif akan menjadi landasan penting untuk menciptakkan dan mengembangkkan ekonomi kreatif sehingga mampu memberikkan kontribusi bagi perekonomian di Kabupaten Bandung Barat serta meningkatkkan daya saing global untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

"Menyediakan program inkubasi, pelatihan, akses modal, dan pemasaran. Kemudian, memperkuat kolaborasi multipihak melalui skema pentahelix," kata dia.

Menurut Jeje, produk ekonomi kreatif asal Bandung Barat sangat luar biaa dan bukan lagi sektor pelengkap. Tetapi sudah menjadi motor pertumbuhan ekonomi modern yang bertumpu pada inovasi, budaya lokal, dan digitalisasi. Apalagi Bandung Barat memiliki kekayaan potensi kreatif yang tersebar di berbagai wilayah. 

Di antaranya wilayah utara seperti Lembang, Cisarua dan Parongpong yang memiliki wisata kreatif, seni pertunjukkan dan studio kreatif, serta Cililin dan Cihampelas berupa kriya bambu dan kayu, kuliner rakyat. Kemudian Batujajar berupa musik dan komunitas urban kreatif, dan Parongpong berupa craft dan ekowisata kreatif. 

"Secara keseluruhan, Bandung Barat memiliki kurang lebih 68.000 UMKM dan pelaku ekraf (ekonomi kreatif), termasuk sekitar 14.500 pelaku ekonomi kreatif dari 17 subsektor," ucap Jeje. 

Sementara itu, subsektor unggulan di Kabupaten Bandung Barat meliputi kuliner 42,1 persen, kriya dan souvenir 18,4 persen, fashion 12,6 persen, musik, fotografi, videografi 11,2 persen, serta aplikasi dan digital marketing 4,9 persen. Jeje berharap dengan adanya Perda terbaru ini mampu menjembatani ide menjadi produk, karya menjadi nilai tambah, dan kreativitas menjadi kesejahteraan. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar