SURAT KABAR, BANDUNG BARAT – Belasan siswa SD Negeri Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, yang selama ini harus menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit untuk berangkat dan pulang sekolah, kini mendapat solusi sementara.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menghadirkan satu unit kendaraan antar jemput gratis demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan para siswa, Senin (29/9/26).
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail pada akhir Agustus lalu. Saat itu, Bupati melihat langsung kondisi para siswa yang harus menempuh perjalanan menyeberangi waduk untuk mengakses pendidikan.
Pemkab Bandung Barat sebelumnya telah mempertimbangkan sejumlah alternatif, termasuk pembangunan jembatan gantung maupun jembatan apung. Namun, pembangunan infrastruktur tersebut membutuhkan proses dan waktu, sementara kebutuhan akses sekolah yang lebih aman bagi anak-anak tidak bisa ditunda.
Atas pertimbangan tersebut, pemerintah daerah memilih menghadirkan kendaraan antar jemput sebagai langkah cepat yang dapat segera dimanfaatkan para siswa.
“Hari ini saya menepati janji untuk memberikan kendaraan antar jemput bagi siswa SD Negeri Budiharja. Karena kebutuhannya mendesak, kita memilih solusi yang bisa langsung digunakan oleh anak-anak,” ujar Jeje.
Kendaraan tersebut diserahkan kepada pemerintah desa untuk menunjang layanan antar jemput siswa. Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan biaya operasional selama enam bulan, termasuk kebutuhan bahan bakar dan gaji pengemudi.
Layanan ini diberikan secara gratis. Orang tua maupun wali murid tidak diperbolehkan dikenai pungutan apa pun. Adapun jadwal penjemputan dan pengantaran akan dikoordinasikan oleh pemerintah desa bersama pihak sekolah.
Jeje menegaskan, penyediaan kendaraan tersebut merupakan solusi sementara. Pemerintah daerah tetap mendorong penyusunan solusi permanen agar masyarakat di wilayah tersebut memiliki akses pendidikan yang lebih aman dalam jangka panjang.
“Ini adalah solusi sementara, bukan solusi permanen. Kita mengambil langkah tercepat karena kebutuhan anak-anak memang mendesak. Sambil solusi ini berjalan, kita tetap menyiapkan dan mendorong solusi permanen ke depannya,” tegasnya.
Menurut Jeje, keputusan menghadirkan kendaraan antar jemput juga mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak serta kondisi yang ditemukan di lapangan. Untuk saat ini, kendaraan dinilai menjadi pilihan yang dapat memberikan akses lebih aman dan nyaman bagi para siswa.
“Kenapa kendaraan yang kami pilih? Karena kami mendengar masukan dari berbagai pihak, dan untuk saat ini kendaraan antar jemput dinilai menjadi pilihan yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa,” katanya.
Kehadiran kendaraan ini menjadi perhatian khusus, terutama menjelang musim penghujan yang dapat menambah risiko perjalanan menyeberangi waduk. Dengan layanan tersebut, para siswa diharapkan tidak lagi harus menggunakan rakit untuk pergi dan pulang sekolah.
Pemkab Bandung Barat memastikan layanan sementara ini berjalan sesuai kebutuhan siswa, sembari terus mendorong solusi permanen untuk menjamin akses pendidikan bagi masyarakat di sekitar Waduk Saguling.
“Yang paling penting hari ini, anak-anak bisa berangkat dan pulang sekolah dengan lebih aman, tanpa harus lagi menggunakan rakit,” pungkas Jeje. (SAT)



Posting Komentar