Dokumenter Oasis "Don’t Look Back in Anger" Bongkar Cerita di Balik Tur Reuni: Noel Gallagher Sempat Gugup!

Redaksi
Tambahkan
...
0
Dokumenter Oasis "Don’t Look Back in Anger"

SURAT KABAR – Buat penggemar Oasis, momen melihat band asal Manchester itu kembali manggung tentu bukan sekadar konser biasa. Setelah lama ditunggu, tur reuni Oasis pada 2025 akhirnya menjadi kenyataan. 

Cerita di balik kembalinya Oasis tersebut kemudian diabadikan dalam dokumenter Oasis: Don’t Look Back in Anger, yang tayang pada 11-13 September 2026.

Dokumenter Oasis: Don’t Look Back in Anger nggak cuma menyuguhkan suasana panggung dan sorakan penonton. Film ini juga membawa penonton melihat sisi lain tur reuni Oasis, termasuk persiapan band, rasa gugup Noel Gallagher, sampai hubungan Noel dan Liam Gallagher yang ternyata mulai mencair. 

Dilansir dari Ultimate Classic Rock, berikut lima fakta menarik yang muncul dalam dokumenter Oasis tersebut.

Oasis Cuma Punya Waktu Enam Minggu Buat Latihan

Buat ukuran sebuah tur reuni Oasis, waktu enam minggu bisa dibilang cukup singkat. Dokumenter Oasis: Don’t Look Back in Anger memperlihatkan Noel Gallagher bersama mantan personel Oasis, Paul “Bonehead” Arthurs, Gem Archer, dan Andy Bell menjalani latihan sebelum kembali naik panggung.

Mereka berlatih bersama sejumlah musisi tambahan yang direkrut khusus untuk tur reuni Oasis. Selama enam minggu, ruang latihan menjadi tempat mereka mempersiapkan kembali lagu-lagu Oasis sebelum berhadapan dengan puluhan ribu penggemar.

Noel Gallagher Ternyata Sempat Gugup

Nama besar Oasis dan pengalaman manggung selama puluhan tahun ternyata nggak otomatis membuat Noel Gallagher bebas dari rasa gugup. Dalam dokumenter Oasis, Noel mengaku sempat kewalahan ketika kembali tampil di depan puluhan ribu penonton.

Noel bahkan sempat berpikir untuk meminta waktu istirahat dan kembali ke ruang ganti demi menenangkan diri. 

"40 menit pertama berlalu dan aku bahkan tidak tahu di mana aku berada,” tutur Noel dalam Don’t Look Back in Anger.

Oasis Masih Punya Penggemar dari Generasi Baru

Menariknya, Oasis ternyata nggak cuma menjadi band favorit generasi yang tumbuh pada era kejayaan mereka. Dokumenter Oasis: Don’t Look Back in Anger memperlihatkan bagaimana lagu-lagu Oasis tetap menemukan pendengarnya di kalangan generasi muda.

Peran YouTube dan layanan streaming juga cukup besar dalam memperkenalkan musik Oasis kepada pendengar baru. 

Jadi, meski banyak penggemar muda belum lahir ketika Oasis pertama kali populer, lagu-lagu seperti karya Noel Gallagher tetap bisa mereka temukan dan nikmati di era digital.

Noel dan Liam Gallagher Mulai Komunikasi Lagi

Bagian yang mungkin paling bikin penggemar Oasis penasaran adalah hubungan dua bersaudara, Noel Gallagher dan Liam Gallagher. 

Setelah bertahun-tahun dikenal memiliki hubungan yang penuh dinamika, keduanya kini disebut mulai kembali berkomunikasi.

Dalam dokumenter Oasis: Don’t Look Back in Anger, Noel mengungkapkan bahwa dirinya dan Liam kembali bertukar pesan. Bahkan, keduanya saling mengirim video-video lucu lewat pesan pribadi.

Reuni Oasis Bukan Cuma Soal Nostalgia

Pada akhirnya, dokumenter Oasis ini nggak hanya berfungsi sebagai rekaman perjalanan tur reuni Oasis. Film tersebut juga memperlihatkan bagaimana musik bisa menjadi ruang untuk mempertemukan kembali orang-orang yang sempat berjauhan.

Kembalinya Oasis, lengkap dengan Noel Gallagher dan Liam Gallagher, akhirnya bukan cuma cerita tentang band legendaris yang kembali ke atas panggung. 

Don’t Look Back in Anger juga menunjukkan bahwa di balik musik, konser, dan nostalgia, selalu ada cerita manusia yang ikut berjalan. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar