Edukasi kesehatan melalui permainan interaktif berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat SURAT KABAR, GARUT - Program Studi D3 Keperawatan PSDKU Garut, Fakultas Keperawatan Universitas Bhakti Kencana melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui permainan Ular Tangga PHBS di MI Miftahul Hidayah, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) pukul 08.00–11.00 WIB ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa kelas I mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MI Miftahul Hidayah, Endang Endong, S.Pd.I, yang menyampaikan apresiasi kepada Universitas Bhakti Kencana atas terselenggaranya program edukasi kesehatan yang dinilai bermanfaat bagi peserta didik.
Sebelum penyampaian materi, seluruh siswa mengikuti pre-test berisi 10 pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai PHBS.
Materi edukasi disampaikan oleh Ns. Depi Rismayanti, M.Kep dengan pendekatan sederhana dan interaktif, meliputi pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan tubuh, membuang sampah pada tempatnya, mengonsumsi makanan sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan Ular Tangga PHBS yang dipandu oleh Ns. Iman Nurjaman, M.Kep. Siswa dibagi ke dalam enam kelompok dan mengikuti permainan yang berisi pertanyaan serta tantangan seputar PHBS sehingga mereka dapat belajar sambil bermain.
Ketua pelaksana, Ns. Iman Nurjaman, M.Kep, menyampaikan bahwa pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat perlu dimulai sejak anak berada di bangku sekolah dasar.
Menurutnya, metode pembelajaran yang menyenangkan akan membuat pesan-pesan kesehatan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami ingin anak-anak belajar sambil bermain. Ketika mereka menikmati proses pembelajaran, pesan-pesan kesehatan akan lebih mudah diingat dan diterapkan, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan mengikuti permainan hingga selesai. Sebagai evaluasi, seluruh peserta kembali mengikuti post-test, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai PHBS dari 80 persen menjadi 97 persen.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif seperti Ular Tangga PHBS efektif digunakan sebagai alternatif edukasi kesehatan di lingkungan sekolah dasar.
Kegiatan ini melibatkan tim dosen Program Studi D3 Keperawatan PSDKU Garut, Fakultas Keperawatan Universitas Bhakti Kencana, yaitu Ns. Iman Nurjaman, M.Kep; Santi Rinjani, S.Kep., Ners., M.Kep; Yusni Ainurrahmah, S.Kep., Ners., M.Si; Rany Yulianie, S.ST., M.Kes; dan Ns. Depi Rismayanti, M.Kep, serta mahasiswa Triwanda Berliana Putri Meliansyah, Pransisca Putri Hastuti, Farhanudin, dan Mohammad Helmi Yusup sebagai fasilitator. (SAT)

Posting Komentar