SURAT KABAR, CIMAHI - Beragam persoalan yang dihadapi masyarakat menjadi perhatian dalam Reses Masa Sidang II Tahun 2026 Anggota Komisi I DPRD Kota Cimahi Fraksi PPP, Fitriyani Angelina, di wilayah Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Minggu (30/8/2026).
Dalam agenda tersebut, Fitriyani membuka ruang dialog secara langsung dengan warga untuk menyerap berbagai kebutuhan, keluhan, sekaligus harapan masyarakat. Aspirasi yang muncul mencakup sejumlah persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga.
Mulai dari infrastruktur lingkungan, pelayanan dasar, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga persoalan sosial kemasyarakatan disampaikan warga dalam pertemuan tersebut.
Fitriyani mengatakan, reses tidak boleh berhenti sebagai agenda formal anggota DPRD. Menurut dia, pertemuan dengan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan persoalan yang terjadi di lapangan dapat diketahui secara langsung dan menjadi bahan dalam pembahasan kebijakan daerah.
“Reses bukan sekadar agenda formal kelembagaan. Ini adalah ruang penting bagi saya untuk bertemu warga, mendengar langsung persoalan di lingkungan, dan memastikan suara masyarakat menjadi bagian dari pembahasan kebijakan pembangunan Kota Cimahi,” ujar Fitriyani.
Ia menegaskan, setiap aspirasi yang disampaikan warga akan didokumentasikan untuk selanjutnya dibawa ke forum DPRD. Langkah tersebut dinilai penting agar kebutuhan masyarakat dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan program maupun kebijakan pembangunan daerah.
“Prinsipnya, kebijakan yang baik lahir dari mendengar. Dengan reses ini kita perkuat komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan masyarakat, agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Bagi Fitriyani, penyampaian aspirasi secara langsung juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara wakil rakyat dengan konstituen. Terlebih, sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat membutuhkan perhatian dan tindak lanjut melalui kebijakan pemerintah daerah.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak pasif dalam menyampaikan persoalan maupun gagasan yang berkaitan dengan pembangunan di lingkungan masing-masing.
“Mari kita jaga Kota Cimahi bersama. Sampaikan ide dan keluhan, karena setiap suara warga sangat penting untuk kemajuan daerah kita,” tandasnya. (SAT)


Posting Komentar