Paris Festival 2026 di Cimahi Digelar Gratis, Dorong Budaya Lokal hingga Ekonomi UMKM

Redaksi
Tambahkan
...
0
Paris Festival 2026 di Cimahi Digelar Gratis, Dorong Budaya Lokal hingga Ekonomi UMKM

SURAT KABAR, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) menyiapkan Paris Festival 2026 di Kampung Pasir Hiris, RW 01, Kelurahan Cibeber, Kota Cimahi, pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Festival yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW itu tidak sekadar menawarkan hiburan. Agenda perdana tersebut diarahkan menjadi ruang promosi budaya lokal sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.

Yang menarik, kegiatan utama Paris Festival 2026 dapat diikuti masyarakat tanpa tiket masuk. Bahkan, penyelenggara menyatakan festival ini digelar dengan konsep zero budgeting atau tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.

Kepala Seksi Kebudayaan Disbudparpora Kota Cimahi, Ares Rudhiansyah, mengatakan nama Paris Festival merupakan akronim dari Pasir Hiris Festival. Penamaan itu sekaligus menjadi strategi branding untuk mengenalkan Kampung Pasir Hiris sebagai kawasan yang memiliki potensi budaya dan ekonomi kreatif.

"Kita namakan Paris Festival karena singkatan dari Pasir Hiris Festival," terang Ares, Rabu (19/8/26).

Kepala Seksi Kebudayaan Disbudparpora Kota Cimahi, Ares Rudhiansyah
Kepala Seksi Kebudayaan Disbudparpora Kota Cimahi, Ares Rudhiansyah

Menurut Ares, Paris Festival dirancang sebagai festival rakyat yang melibatkan masyarakat secara langsung. Rangkaian acara akan berlangsung sejak pagi hingga malam dengan menggabungkan olahraga, kegiatan keagamaan, seni budaya, hiburan, hingga pertunjukan wayang golek bobodoran.

Agenda dimulai sekitar pukul 06.30 WIB melalui jalan santai dan senam bersama. Jalan santai menjadi salah satu kegiatan yang diperkirakan menyedot perhatian warga karena panitia menyiapkan berbagai hadiah melalui undian doorprize.

Hadiah tersebut antara lain sepeda listrik, mesin cuci, televisi, kipas angin, serta sejumlah peralatan elektronik lainnya.

"Ini mah dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat," ujarnya.

Untuk mengikuti jalan santai, masyarakat dikenakan biaya kupon sebesar Rp10 ribu. Kupon disebarkan panitia bersama Karang Taruna ke sejumlah RW di Kelurahan Cibeber. Sementara seluruh rangkaian utama Paris Festival 2026 dapat diikuti masyarakat secara gratis.

Setelah jalan santai, kegiatan dilanjutkan dengan tablig akbar yang menghadirkan Ustaz Evie Effendie. Acara keagamaan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga sekitar pukul 11.30 WIB.

Memasuki siang hari, panggung festival akan diisi berbagai kesenian khas Cimahi, mulai dari pencak silat, karawitan, tari hingga penampilan band. Pertunjukan tersebut berlangsung setelah salat Zuhur hingga sekitar pukul 17.30 WIB.

Pada malam hari, hiburan dilanjutkan dengan penampilan sejumlah bintang tamu, di antaranya Jujeng Handsome dan Ikey Kucluk yang dikenal lewat karakter Deni dalam sinetron Preman Pensiun.

Puncak acara akan ditutup dengan pertunjukan wayang golek bobodoran yang dibawakan Ki Dalang Adi Konthea Kosasih Sunarya. Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WIB.

"Jadi wayang bobodoran ditutup jam 11.30 malam, acara selesai, jadi enggak semalam suntuk," ungkap Ares.

Budaya Lokal Sekaligus Gerakkan UMKM

Disbudparpora menargetkan Paris Festival tidak berhenti sebagai panggung hiburan. Festival tersebut juga diarahkan menjadi etalase potensi lokal Cimahi dengan mempertemukan sektor kebudayaan, pariwisata, olahraga dan UMKM dalam satu kegiatan.

Hingga kini, sekitar 50 pelaku UKM Cimahi telah mendaftarkan diri untuk mengikuti bazar. Keterlibatan pelaku usaha tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat selama festival berlangsung.

"Jadi bukan di sektor kebudayaan saja, pariwisatanya, UKM-nya, semua terdorong untuk meningkat," tutur Ares.

Lebih lanjut, Ares mengatakan dampak ekonomi dari festival juga akan menjadi bagian evaluasi. Panitia akan melihat omzet yang diperoleh para peserta bazar sebagai salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan kegiatan dalam mendorong perekonomian lokal.

Konsep tersebut menjadi salah satu nilai penting dalam penyelenggaraan Paris Festival 2026. Sebab, kegiatan masyarakat yang biasanya membutuhkan dukungan anggaran pemerintah justru dirancang secara mandiri dengan melibatkan berbagai unsur.

"Ini zero budgeting, enggak pakai APBD, dan benar-benar kita mandiri," cetusnya.

Pembiayaan festival mengandalkan partisipasi masyarakat, hasil penjualan kupon jalan santai, dukungan pelaku UMKM, serta sponsorship. Hingga saat ini, persiapan kegiatan disebut telah mencapai sekitar 70 persen.

Kendati demikian, panitia masih melakukan pemantapan dan berkoordinasi dengan sejumlah donatur serta sponsor untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan.

Ditargetkan Jadi Ikon Baru Kampung Wisata

Paris Festival 2026 merupakan penyelenggaraan perdana. Karena itu, Disbudparpora masih akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah kegiatan berlangsung.

Jika mendapatkan respons positif dari masyarakat, festival tersebut diharapkan dapat kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya dan berkembang menjadi agenda yang lebih besar.

"Kita berusaha komitmen dan mudah-mudahan di tahun mendatang kita menyelenggarakan lagi," imbuhnya.

Nama Paris Festival juga sengaja dipilih untuk membangun rasa penasaran publik. Menurut Ares, tidak sedikit warga yang sempat mengira festival tersebut berkaitan dengan Paris di Prancis.

Namun, kesalahpahaman itu justru dinilai menjadi bagian dari strategi promosi. Masyarakat kemudian diarahkan untuk mengetahui bahwa Paris yang dimaksud adalah Pasir Hiris di Kelurahan Cibeber, Kota Cimahi.

"Orang berpikiran di Perancis, padahal di Cimahi, di Kampung Pasir Hiris, di Kelurahan Cibeber," kata Ares.

Konsep Paris Festival ke depan bahkan masih terbuka untuk dikembangkan. Unsur identitas Paris berpeluang diperkuat, misalnya melalui pertunjukan cosplay atau karakter bernuansa Prancis. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap evaluasi karena festival tahun pertama digelar dengan keterbatasan anggaran.

Selain seniman dan pelaku budaya dari Cimahi, panitia juga akan menghadirkan sejumlah bintang tamu dari luar daerah. Sementara pertunjukan wayang golek akan menampilkan Ki Dalang Adi Konthea Kosasih Sunarya dengan pengiring dari Mekar Giri Harja 2 Group.

Target 2.000 Peserta Jalan Santai

Masyarakat yang ingin mengikuti jalan santai masih dapat melakukan pendaftaran melalui panitia di Kelurahan Cibeber maupun Karang Taruna RW 01. Pendaftaran juga dibuka melalui akun Instagram Paris Hiris Festival.

Pendaftaran langsung di lokasi pada hari pelaksanaan tetap dimungkinkan. Panitia menargetkan sekitar 2.000 peserta, sementara jumlah pendaftar sementara telah mencapai sekitar 1.500 orang.

Kupon Jalan Santai Masih Dibuka Hingga Sekitar 22 Agustus 2026

Dengan menggabungkan seni budaya, olahraga, kegiatan keagamaan, pariwisata dan UMKM, Paris Festival 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda hiburan tahunan. 

"Festival ini ditargetkan menjadi ruang promosi potensi Kota Cimahi dari tingkat kampung sekaligus membuka peluang perputaran ekonomi bagi masyarakat lokal," tutup Ares. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar