![]() |
| Ketua DPC PPP Kota Cimahi sekaligus anggota DPRD Kota Cimahi, Fitriyani Angelina Silaban (Doc. Surat Kabar) |
SURAT KABAR, CIMAHI – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cimahi mulai menyiapkan langkah politik menghadapi Pemilu 2029. Regenerasi kader dan penguatan basis pemilih muda kini menjadi strategi utama untuk mendongkrak kembali perolehan kursi di DPRD Kota Cimahi.
Generasi Z dan milenial menjadi kelompok yang dibidik PPP untuk memperluas sekaligus memperkuat struktur organisasi partai di tingkat bawah.
Ketua DPC PPP Kota Cimahi sekaligus anggota DPRD Kota Cimahi, Fitriyani Angelina Silaban, mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi salah satu fokus yang didorong jajaran pengurus pusat dan DPW PPP Jawa Barat.
Menurut Fitriyani, proses regenerasi tersebut terutama menyasar kader berusia di bawah 40 tahun. Mereka nantinya diarahkan untuk mengisi struktur kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga tingkat ranting dan anak ranting.
Langkah ini dinilai penting mengingat posisi PPP di DPRD Kota Cimahi saat ini hanya mengantongi satu kursi. Kondisi tersebut menjadi pemacu bagi partai untuk mengembalikan kejayaan politiknya seperti periode sebelumnya, ketika PPP pernah menjadi salah satu kekuatan politik utama dan menempati posisi pimpinan DPRD Kota Cimahi.
“Strateginya mulai dari saat ini mungkin pembentukan dari tingkat pengurus anak cabang hingga ranting maupun anak ranting. Kita akan selalu konsolidasi pemenuhan struktur kepengurusan dari tingkat kota, kecamatan maupun RW dan kelurahan,” ujar Fitriyani seusai kegiatan Musancab PAC Cimahi Tengah, Minggu (23/8/2026).
Fitriyani menegaskan, pembenahan struktur organisasi menjadi langkah pertama yang harus dilakukan. Konsolidasi akan digencarkan mulai tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga RW agar jaringan PPP semakin solid dan merata.
Strategi berikutnya adalah memberikan pendidikan politik kepada kader-kader muda yang baru bergabung. Pendidikan tersebut diharapkan menjadi bekal agar para kader memahami kerja politik sekaligus memiliki kesiapan menghadapi pertarungan politik pada 2029.
“Sehingga akan dipersiapkan dan nanti di pemilu yang akan datang akan melahirkan kursi-kursi yang akan kita nanti mungkin kita akan memaksimalkan konsolidasi, memaksimalkan peran anak-anak muda, anak-anak Gen Z dan milenial,” katanya.
Tak hanya mengandalkan struktur konvensional, PPP Cimahi juga akan memperkuat komunikasi melalui media sosial. Program partai, pendidikan politik, hingga agenda dari tingkat pusat dan daerah akan dikemas agar lebih mudah diterima masyarakat, terutama kalangan generasi muda.
“Sehingga itu mungkin strategi awal untuk strategi yang akan datang, kita sambil berjalan seiring dengan jalannya waktu,” tutur Fitriyani.
Target tersebut sejalan dengan tema Musancab PAC Cimahi Tengah, yakni “Perkuat Kaderisasi, Tingkatkan Solidaritas, PPP Naik Kelas, 2029 Back to Senayan.”
Fitriyani berharap konsolidasi dan regenerasi yang dilakukan sejak sekarang mampu mengantarkan PPP kembali meraih banyak kursi di DPRD Kota Cimahi, sekaligus membuka peluang bagi kader partai untuk menduduki posisi pimpinan legislatif.
“Harapannya adalah PPP naik kelas, 2029 back to Senayan dan kursi di DPRD Kota Cimahi melahirkan kursi-kursi baru yang mana akan menduduki jabatan pimpinan yang akan datang. Itu mungkin harapan yang setiap partai,” ujarnya.
Gen Z Jadi Sasaran Rekrutmen
Ketua DPW PPP Jawa Barat KH Uu Ruhzanul Ulum turut meminta seluruh kader untuk terus bergerak dan kembali memperkenalkan PPP kepada masyarakat.
Menurut Uu, masih banyak generasi Z dan milenial yang belum mengenal secara utuh PPP. Karena itu, pendekatan terhadap pemilih muda dinilai tidak bisa hanya mengandalkan pola politik konvensional.
“Dan juga bagaimana cara merekrut masyarakat hari ini yang cenderung kebanyakan Gen Z mayoritasnya, terutama di Jawa Barat,” ungkap Uu.
Ia menilai proses perekrutan kader harus dibarengi pengetahuan dan strategi. Kader PPP harus memahami cara membangun komunikasi dengan masyarakat sebelum mengajak mereka bergabung.
PPP Jawa Barat pun menyiapkan pendekatan melalui berbagai pelatihan yang dinilai memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Misalnya, pendekatan dengan adanya pelatihan kepada Gen Z. Misalnya, mohon maaf, pelatihan tentang tata boga bagi ibu-ibu, pelatihan tentang hal-hal yang lain tentang UMKM ataupun yang lainnya,” tuturnya.
Sementara bagi generasi Z, pelatihan akan diarahkan pada sektor digitalisasi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Uu mengatakan pihaknya tengah memetakan kebutuhan generasi muda di Jawa Barat, termasuk peluang kerja dan keterampilan yang dapat dikembangkan. Hasil pemetaan tersebut nantinya akan disampaikan kepada DPP PPP untuk diselaraskan dengan kebijakan partai.
Selain regenerasi, Uu juga menyoroti masih adanya masyarakat yang tidak menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dijawab melalui penguatan jaringan partai hingga tingkat akar rumput.
Setelah struktur kepengurusan terbentuk di berbagai jenjang, PPP akan memberikan pendidikan dan pengkaderan kepada kader struktural. Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah strategi merekrut massa dan membangun basis dukungan.
“Meskipun kenyataan bahwa tahun 2024 persentase golongan yang tidak mau pemilu banyak, setelah pihaknya membangun jaringan dengan pembentukan kepengurusan di tiap jenjang tingkatan,” kata Uu.
Ia menegaskan, kaderisasi harus dilakukan dengan strategi yang terukur. Sebab, menurutnya, perekrutan tanpa bekal teori dan metode yang tepat berpotensi membuat perolehan dukungan PPP tidak mengalami perubahan signifikan.
“Kami akan mengadakan pengkaderan kepada seluruh kader struktur bagaimana tata cara untuk menggaet massa, mengajak massa masuk PPP. Karena ada teori, kalau tidak pakai teori dalam merekrut massa, nanti bagai air mengalir yang akhirnya hasilnya seperti ini-ini aja,” pungkasnya. (SAT)


Posting Komentar