Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus DPC Partai Demokrat Kota Cimahi. Hadir Ketua, Sekretaris, hingga Bendahara DPC. Selain itu, turut hadir pula anggota Dewan Fraksi Partai Demokrat Kota Cimahi. Dari unsur partai, tampak pula Kepala BPOKK DPC Partai Demokrat Cimahi dan Kepala Bakomstra DPC Partai Demokrat Cimahi.
Kegiatan itu merupakan agenda rutin Partai Demokrat untuk memperkuat kapasitas kader, khususnya mereka yang baru masuk dalam struktur anak ranting. Pendidikan politik tersebut digelar selama lima jam, dari pukul 13.00 hingga 18.00 WIB.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cimahi, Agung Budi Santoso, mengatakan pendidikan politik penting agar kader tidak sekadar memiliki posisi dalam struktur partai, tetapi juga mampu memahami politik dan menjalankan perannya di tengah masyarakat.
"Kita sebagai partai politik memang rutin mengadakan pendidikan politik untuk kader-kader. Tentunya dengan tujuan agar kader-kader lebih siap lagi menghadapi pertempuran-pertempuran yang ada dan bagaimana kader juga siap untuk sebagai layaknya seorang kader yang mempunyai manfaat di masyarakat," ujar Agung kepada awak media di sela kegiatan.
Pria yang akrab disapa ABS itu mengatakan materi pendidikan politik mencakup pemahaman mengenai kampanye, politik, pemilu, pilkada hingga cara bersikap sebagai kader ketika berhadapan dengan masyarakat.
"Itu yang sering atau terus kita lakukan, pembekalan-pembekalan seperti itu untuk supaya kader lebih siap sebagai kader partai politik, khususnya Partai Politik Partai Demokrat," tegas ABS.
Menurut ABS, penguatan kader tingkat anak ranting menjadi penting karena struktur tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggal. Di Kota Cimahi sendiri terdapat 15 kelurahan dengan 312 RW.
Karena kapasitas tempat pelaksanaan terbatas, pendidikan politik dilakukan secara bertahap. Pada kegiatan kali ini, sekitar 100 anak ranting hadir dengan didampingi pengurus ranting.
"Kita bertahap, mengingat ruangan juga tidak cukup. Kalau dihitung secara data yang saya dapatkan itu ada 15 kelurahan sebanyak 312 RW, karena anak ranting itu kan tingkatannya RW. Nah itu, tentu ruangan tidak cukup jadi kita bertahap. Hari ini 100, lebih kurang 100 anak ranting yang hadir, didampingi pengurus rantingnya," terang ABS.
Peserta berasal dari tiga kecamatan di Kota Cimahi. Tidak seluruh kader dapat mengikuti kegiatan dalam satu waktu karena pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran.
"Mungkin ada yang sekarang "Wah, saya enggak bisa, lagi ke mana." Nah, itu yang kita akhirnya yang kita dapat hadirkan di sini sekitar 100 anak ranting yang hadir di sini," cetusnya.
Tidak hanya soal politik, pendidikan kader kali ini juga diarahkan pada pemahaman dasar hukum. Materi tersebut disampaikan DPD Partai Demokrat Jawa Barat, terutama mengenai advokasi dan pendampingan persoalan hukum di tengah masyarakat.
ABS mengatakan kader diberikan pemahaman mengenai peran paralegal yang dapat membantu mendampingi masyarakat dalam persoalan hukum, namun tidak menggantikan posisi advokat.
"Lebih kepada advokasi, pendampingan nantinya. Jadi, seorang kader bisa menjadi pendamping kasus hukum, tapi bukan sebagai advokat. Nanti begitu nanti sudah ditampung, datanya ada, tetap harus berhubungan dengan advokat yang resmi dari partai," terangnya.
Ia menjelaskan, paralegal merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar hukum, tetapi bukan advokat atau pengacara.
Selain materi hukum, ABS juga memberikan pengenalan mengenai sejarah Partai Demokrat kepada para kader yang baru masuk dalam struktur anak ranting.
"Paralegal namanya, kalau beliau mengingatkan kembali mengenai peran dan fungsi kader. Jadi harus bagaimana pemahamannya. Tadi karena baru-baru semua, sempat ada pertanyaan sejarah Partai Demokrat. Saya menerangkan karena saya pelaku dari awal, saya sudah terlibat di Partai Demokrat, jadi saya memberikan sedikit sejarah supaya mereka lebih kenal," ujar dia.
Ia mengatakan hasil pendidikan politik tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan materi pada kegiatan berikutnya. Dengan begitu, pembekalan kader diharapkan berlangsung berkesinambungan dan tidak berhenti pada satu kegiatan.
"Jadi nanti nyambung tidak terputus," tukasnya.
Direktur Eksekutif Partai Demokrat Jawa Barat, Nanat Najmul, mengatakan pendidikan politik tersebut merupakan bagian dari upgrading kader, khususnya kader-kader baru di Kota Cimahi.
Menurutnya, keterlibatan anak ranting dan ranting sebagai peserta menunjukkan adanya upaya memperkuat mesin organisasi hingga tingkat paling bawah.
"Hal pertama kali anak ranting dan ranting dijadikan peserta. Artinya ini tidak bukan main-main di Kota Cimahi, siap gas nih," tegas Nanat.
Ia menilai peningkatan kapasitas kader perlu dilakukan sejak dini. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, kader di tingkat ranting dan anak ranting diharapkan memahami arah gerak organisasi sekaligus mampu menjalankan tugasnya di tengah masyarakat.
Pendidikan politik tersebut, lanjut Nanat, sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi internal Partai Demokrat di Kota Cimahi. Dengan struktur yang tersebar hingga tingkat RW, penguatan kapasitas kader di tingkat akar rumput menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan organisasi dan memastikan kader memahami peran politiknya di masyarakat.
"Dan ranting ini bergerak, sudah tahu mau ke mana, mau belok ke mana. Jadi sudah tidak lagi pakai Google Maps lagi," kata Nanat menutup pernyataannya. (SAT)


Posting Komentar