Kemacetan Makin Padat, Adhitia Yudhistira Dorong Percepatan Proyek dan Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas

Redaksi
Tambahkan
...
0
Kemacetan Makin Padat, Adhitia Yudhistira Dorong Percepatan Proyek dan Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas

SURAT KABAR, CIMAHI - Kepadatan lalu lintas melanda sejumlah ruas jalan di Kota Cimahi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi di tengah pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur yang berlangsung secara bersamaan, termasuk pembangunan Underpass Gatot Subroto dan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah.

Situasi paling terasa pada jam sibuk ketika volume kendaraan meningkat. Waktu tempuh masyarakat menjadi lebih panjang, sementara perjalanan menuju tempat kerja maupun sekolah ikut terdampak. 

Pengguna jalan juga harus menghadapi kepadatan di sejumlah ruas yang menjadi jalur alternatif akibat rekayasa lalu lintas.

Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa pemberlakuan contraflow di Underpass Sriwijaya mampu membantu mengurai kepadatan pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Selain perubahan rekayasa lalu lintas, personel pengaturan lalu lintas juga ditambah. Petugas dari Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri ditempatkan di sejumlah titik untuk membantu mengatur lalu lintas kendaraan.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira menjelaskan, Pemerintah Kota Cimahi terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak pelaksana pembangunan Underpass Gatot Subroto. 

Salah satu langkah yang tengah didorong adalah menjaga agar ruas jalan yang masih memungkinkan untuk dilalui kendaraan tetap dapat digunakan selama belum memasuki tahap pembongkaran jalan secara masif.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan atau bottleneck sebelum tahapan pekerjaan berikutnya dilaksanakan.

Di sisi lain, percepatan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Cimahi. Pekerjaan tersebut menggunakan metode hydraulic static dynamic pile yang diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan.

“Kalau bisa, yang sebelumnya ditargetkan 90 hari, kita dorong agar satu bulan jembatan Pemkot sudah bisa dilalui kembali. Apabila secara teknis dan keselamatan sudah memungkinkan untuk dibuka, diupayakan agar kendaraan dapat kembali melintas,” kata Adhitia, Senin (23/8)26).

Dengan demikian, lanjut dia, Pemerintah Kota Cimahi berupaya mengatur tahapan pekerjaan agar tidak seluruh ruas jalan terdampak ditutup secara bersamaan. Ruas Jalan Gatot Subroto diupayakan tetap dapat dilalui, meskipun dengan keterbatasan lajur, sampai kondisi pembangunan mengharuskan adanya penutupan penuh.

Adhitia menegaskan, kondisi kemacetan yang terjadi menunjukkan bahwa rekayasa lalu lintas yang sebelumnya telah disiapkan masih perlu disempurnakan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Lebih lanjut, Adhitia menerangkan bahwasanya karakteristik Kota Cimahi sebagai kota perlintasan dan bagian dari kawasan aglomerasi membuat gangguan pada satu ruas jalan dapat memberikan dampak yang luas terhadap lalu lintas kendaraan. 

"Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi dan respons yang cepat. Kota Cimahi ini kota perlintasan. Ketika ada penutupan ruas jalan, dampaknya bisa luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Cimahi juga akan terus mendorong penyelesaian persoalan perlintasan sebidang, termasuk pembangunan Flyover Pusdikpom yang merupakan program Kementerian Perhubungan. 

Pemerintah Kota Cimahi akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat untuk memperoleh kepastian mengenai kelanjutan pembangunan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pembangunan berbagai infrastruktur tersebut pada dasarnya diarahkan untuk meningkatkan keselamatan, konektivitas, dan kualitas mobilitas masyarakat. 

Namun, pemerintah menyadari bahwa manfaat tersebut baru dapat dirasakan dalam jangka panjang, sementara masyarakat harus menghadapi dampaknya selama proses pembangunan berlangsung.

Karena itu, Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan, evaluasi rekayasa lalu lintas, memperkuat pengaturan di lapangan, mempercepat pekerjaan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, TNI, Polri, dan pihak pelaksana pembangunan. 

Adhitia turut mengatakan perubahan rekayasa tersebut dilakukan setelah pemerintah bersama Satlantas Polres Cimahi dan Dinas Perhubungan Kota Cimahi mengevaluasi kondisi lalu lintas di lapangan.

“Kami haturkan beribu-ribu maaf atas kejadian macet yang terjadi. Hari ini saya coba cek bagaimana caranya supaya ada solusi untuk warga Cimahi agar tidak terjadi kemacetan yang begitu parah seperti kemarin,” tandasnya. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar