Hadapi Kompleksitas Perkara, Pengadilan Agama Cimahi Utamakan Kesehatan Mental Aparatur

Redaksi
Tambahkan
...
0
SURAT KABAR, CIMAHI – Pengadilan Agama Kota Cimahi terus memperkuat kesehatan mental para hakim dan aparatur sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas. 

Kondisi mental yang baik dinilai menjadi faktor penting untuk mendukung objektivitas dalam mengambil keputusan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mewujudkan peradilan yang humanis.

Sebagai bentuk pembinaan, Pengadilan Agama Kota Cimahi secara rutin menggelar bimbingan mental setiap hari Selasa di Masjid Al-Mahkamah. Pada pelaksanaan pekan ini, Selasa (7/7/2026), kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Kota Cimahi, Fakhrurazi. 

Bimbingan tersebut menjadi sarana penguatan mental dan spiritual bagi seluruh aparatur agar tetap berintegritas dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Fakhrurazi, bimbingan mental bertujuan memperkuat ketahanan mental, spiritual, sekaligus integritas seluruh aparatur agar mampu menjalankan tugas secara profesional serta berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

"Urgensinya terletak pada semakin kompleksnya tantangan pekerjaan di lingkungan peradilan, sehingga aparatur memerlukan penguatan mental dan nilai-nilai moral dan spiritual sebagai bekal dalam menghadapi dinamika pekerjaan sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Fakhrurazi saat diwawancarai Surat Kabar melalui pesan WhatsApp, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti seluruh aparatur Pengadilan Agama Kota Cimahi, mulai dari hakim, pejabat struktural dan fungsional, aparatur sipil negara (ASN), hingga seluruh pegawai di lingkungan pengadilan.

"Dengan melibatkan seluruh unsur pegawai, diharapkan nilai-nilai yang disampaikan dapat dipahami dan diimplementasikan secara menyeluruh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari," katanya.

Fakhrurazi menilai kesehatan mental merupakan faktor yang tidak dapat dipisahkan dari profesionalisme aparatur peradilan. 

Aparatur dengan kondisi mental yang baik, kata dia, akan lebih mampu mengelola tekanan pekerjaan, mengambil keputusan secara objektif, menjaga etika profesi, serta memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan berkualitas kepada masyarakat pencari keadilan.

Ia menambahkan, stabilitas emosional juga membantu aparatur menghadapi perkara-perkara yang menyita energi dan pikiran. Dengan kondisi mental yang terjaga, risiko kelelahan psikologis maupun tekanan kerja dapat diminimalkan sehingga kualitas putusan dan pelayanan tetap terpelihara.

"Oleh karena itu, pembinaan mental menjadi bagian penting dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pengadilan Agama Kota Cimahi berharap tumbuh semangat kerja yang lebih positif, meningkatnya kedisiplinan, integritas, serta rasa tanggung jawab aparatur dalam menjalankan tugas.

Selain itu, pembinaan mental diharapkan memperkuat kerja sama antar sesama pegawai, menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan harmonis, sekaligus berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

"Dengan aparatur yang memiliki mental yang kuat dan berorientasi pada nilai-nilai pelayanan, Pengadilan Agama Kota Cimahi optimistis dapat terus mewujudkan peradilan yang agung, profesional, dan berintegritas," pungkas Fakhrurazi. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar