Ketahanan Pangan di Bandung Barat, Polres Cimahi Libatkan Petani Garap Jagung Hibrida

Redaksi
Tambahkan
...
0
Ketahanan Pangan di Bandung Barat, Polres Cimahi Libatkan Petani Garap Jagung Hibrida

BANDUNG BARAT, SURAT KABAR- Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus didorong Polres Cimahi lewat pemanfaatan lahan tidur di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dari lahan yang semula belum produktif, jagung hibrida kini mulai dipanen oleh warga dan kelompok tani setempat.

Program ini tidak dipasang dalam skala kecil. Polres Cimahi membidik pengelolaan lahan hingga 1.700 hektare dengan target produksi mencapai 2.500 ton jagung yang diserap Bulog.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan, hingga Juni 2026, program swasembada jagung tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Sebanyak 334,50 hektare lahan sudah ditanami dan menghasilkan 377,5 ton jagung. Dari total panen itu, Bulog telah menyerap 165 ton jagung yang memenuhi standar kualitas, yakni kadar air di bawah 14 persen dan antitoksin di bawah 50 ppb.

“Polri hadir untuk berkontribusi langsung pada program strategis pemerintah. Lewat panen raya ini, kita ingin ekonomi petani bergerak naik,” kata AKBP Niko, Rabu (10/6).

Untuk menjaga produktivitas lahan dan hasil panen, Polres Cimahi juga menyalurkan dukungan berupa alat pertanian modern dan kebutuhan budidaya. Bantuan itu meliputi traktor bajak, pupuk NPK, hingga bibit unggul hibrida.

“Tentunya kami juga memberikan bantuan, sebagai langkah dukungan agar meningkatkan produksi panen jagung. Semua bantuan yang kita berikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Di sisi lain, program ini juga membuka ruang bagi petani lokal untuk kembali produktif. Ita Sumitra (60), salah seorang petani jagung yang terlibat, mengaku senang bisa kembali bekerja di lahan pertanian. 

Selama empat bulan terakhir, ia bersama puluhan petani lain di Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalongwetan, mengelola tanaman jagung di lahan perbukitan yang sebelumnya ditanami tanaman keras.

“Sudah 4 bulanan, sebelumnya ya serabutan. Jadi sebelum ikut bertani, ada pelatihan dulu. Untuk menanam jagung saya pribadi baru sekarang,” kata Ita. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar