![]() |
| ILUSTRASI PETUGAS FOGGING: Fogging dilakukan di Desa Rancapanggung, Cililin, menyusul meningkatnya populasi nyamuk yang diduga dipicu eceng gondok di Waduk Saguling (Doc. META AI) |
SURAT KABAR, KBB - Fenomena meningkatnya populasi nyamuk di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, mulai meresahkan warga. Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat menduga ledakan nyamuk itu berkaitan dengan tumpukan eceng gondok di kawasan Waduk Saguling.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, Lia Nurliana Sukandar, mengatakan hasil pemantauan petugas di lapangan menunjukkan eceng gondok yang menumpuk di permukaan waduk berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, keberadaan eceng gondok yang menumpuk di area waduk diduga menjadi salah satu faktor yang mendukung berkembangbiaknya nyamuk,” kata Lia, Senin, 11 Mei 2026.
Kondisi itu, kata Lia, berdampak langsung terhadap kesehatan warga sekitar. Sejumlah warga dilaporkan mengalami bentol dan rasa gatal setelah digigit nyamuk maupun serangga.
Menurut dia, petugas kesehatan dari Puskesmas Mukapayung telah melakukan pemeriksaan dan penanganan awal secara berkala kepada warga terdampak.
“Beberapa warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan berupa bentol-bentol akibat gigitan serangga atau nyamuk, dan penanganan awal telah dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Mukapayung,” ujarnya.
Dinkes Bandung Barat juga telah melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah wilayah Rukun Warga (RW) di Desa Rancapanggung. Namun, langkah tersebut dinilai belum mampu menekan populasi nyamuk secara signifikan.
“Populasi nyamuk masih cukup tinggi sehingga diperlukan penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan,” kata Lia.
Ia menilai penanganan persoalan ini tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Menurut Lia, diperlukan keterlibatan lintas sektor, termasuk pengelola Waduk Saguling, untuk membersihkan eceng gondok dan memperbaiki kondisi lingkungan sekitar waduk.
“Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari Indonesia Power selaku pengelola kawasan waduk, untuk melakukan pengangkatan eceng gondok dan penataan lingkungan secara bersama-sama agar pengendalian populasi nyamuk dapat lebih optimal,” tuturnya.
Dinkes juga mengimbau warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan akibat gigitan nyamuk atau serangga. Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi potensi berkembangnya nyamuk di kawasan permukiman.
“Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan akibat gigitan nyamuk atau serangga,” kata Lia menutup. (SAT)


Posting Komentar