Wisuda 2.100 Mahasiswa, Unjani Perkuat Pendidikan Inklusif Berbasis Digital

Redaksi
Tambahkan
...
0
DORONG PENDIDIKAN INKLUSIF: Rektor Unjani Prof. Dr. Agus Subagyo menyampaikan sistem perkuliahan hybrid usai wisuda di Auditorium Unjani (Istimewa)
DORONG PENDIDIKAN INKLUSIF: Rektor Unjani Prof. Dr. Agus Subagyo menyampaikan sistem perkuliahan hybrid usai wisuda di Auditorium Unjani (Istimewa)

SURAT KABAR, CIMAHI - Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menghadirkan sistem perkuliahan hybrid sebagai solusi bagi kalangan pejabat dan atlet yang ingin menempuh pendidikan tinggi di tengah kesibukan mereka.

Pendekatan ini menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring, sehingga memberikan fleksibilitas waktu bagi mahasiswa tanpa mengganggu aktivitas utama mereka.

Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo, menyebut sistem tersebut menjadi salah satu faktor meningkatnya minat dari berbagai kalangan untuk melanjutkan pendidikan di kampus tersebut.

“Tak ada batasan waktu dalam menempuh pendidikan karena Unjani menerapkan sistem perkuliahan yang tak hanya konvensional, tetapi juga digital. Perkuliahan dilaksanakan secara hybrid sehingga banyak pejabat serta atlet dapat menempuh pendidikan di Unjani,” ujar Agus Subagyo usai kegiatan wisuda di Auditorium Unjani, Rabu (15/04/26).

Ia menjelaskan, mahasiswa yang tidak dapat mengikuti perkuliahan secara langsung tetap dapat mengakses materi melalui platform digital yang telah disediakan.

“Meskipun tidak selalu hadir dalam perkuliahan tatap muka, mereka tetap mengikuti proses pembelajaran secara online. Dengan begitu, mereka tidak meninggalkan kewajiban di bidangnya masing-masing,” jelasnya.

Dalam kegiatan wisuda yang digelar selama dua hari, Unjani meluluskan sekitar 2.100 mahasiswa. Namun, tidak seluruh lulusan mengikuti prosesi wisuda karena adanya perbedaan mekanisme pada beberapa program studi profesi.

“Secara umum, jumlah lulusan hari ini sekitar 1.800 orang, sedangkan total keseluruhan mencapai 2.100 wisudawan. Namun, tidak semua mengikuti wisuda karena ada program studi seperti kedokteran dan apoteker,” katanya.

Menurut Agus, lulusan program profesi tetap dinyatakan lulus melalui proses yudisium dan berhak memperoleh dokumen akademik resmi.

“Mereka telah mengikuti yudisium, sehingga dinyatakan lulus dan akan mendapatkan ijazah, transkrip akademik, serta surat keterangan pendamping ijazah,” ujarnya.

Selain menghadirkan sistem pembelajaran fleksibel, Unjani juga membekali mahasiswa dengan kesiapan memasuki dunia kerja melalui berbagai program pendukung.

“Untuk mempersiapkan para wisudawan agar siap terjun ke dunia kerja, kami menghadirkan narasumber yang kompeten. Hal ini dilakukan agar lulusan tidak berlama-lama menganggur,” tuturnya.

Ia menambahkan, sejumlah program studi menjadi pilihan utama bagi kalangan pejabat dan atlet, di antaranya Ilmu Pemerintahan, Hubungan Internasional, Ekonomi, dan Magister Manajemen.

“Program studi seperti Ilmu Pemerintahan, Hubungan Internasional, Ekonomi, dan Magister Manajemen menjadi pilihan utama mereka,” ucapnya.

Tak hanya itu, berbagai pelatihan soft skill juga rutin diselenggarakan oleh fakultas dan program studi guna meningkatkan kompetensi mahasiswa.

“Melalui pelatihan-pelatihan ini, kami berharap dapat menjadi modal bagi para lulusan saat terjun ke dunia usaha maupun dunia kerja,” tandas Agus. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar