SURAT KABAR, CIMAHI - Suasana menjelang waktu berbuka puasa di Yayasan Al-Badru, Jalan Budi No.48, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Sabtu (14/3/2026), terasa berbeda. Sejumlah alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam Himpunan Alumni IPB (HA IPB) Kota Cimahi berkumpul bersama anak-anak yatim dalam kegiatan sosial bertema “Berkreasi Bersama Teman Yatim.”
Kegiatan yang berlangsung dalam nuansa ngabuburit Ramadan ini diisi dengan berbagai aktivitas kreatif bersama anak-anak, mulai dari belajar membuat origami, berbincang santai antar alumni, hingga ditutup dengan buka puasa bersama.
Sekitar sepuluh alumni HA IPB hadir dalam kegiatan tersebut. Bagi mereka, momentum Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai waktu berbagi, tetapi juga kesempatan memperkuat kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim yang diasuh di Yayasan Al-Badru.
Ketua HA IPB Kota Cimahi, Harjono mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu wujud kepedulian alumni terhadap masyarakat, sekaligus ruang untuk mempererat silaturahmi antar anggota.
"Juga buka puasa bersama dengan anak-anak yatim dan para santri dari Pondok Pesantren Yayasan Al-Badr di Kelurahan Pasirkaliki," kata Harjono saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Menurutnya, kegiatan sosial semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin di masa mendatang.
Ia menyebut kegiatan Ramadan yang digelar tahun ini merupakan bagian dari arahan HA IPB Jawa Barat yang mendorong setiap cabang di kabupaten dan kota untuk menggelar kegiatan sosial.
"Pembagian sembako dan buka bersama dengan dengan anak-anak yatim," kata Harjono.
Ia menjelaskan, kegiatan serupa di Kota Cimahi sebenarnya bukan yang pertama kali dilakukan. Pada kesempatan sebelumnya, HA IPB juga pernah menyelenggarakan kegiatan sosial serupa di lokasi yang berbeda.
"Semoga ke depannya nanti akan menjadi kegiatan rutin," imbuhnya.
Lebih jauh Harjono mengungkapkan, keterlibatan HA IPB dalam kegiatan tersebut juga tidak lepas dari kisah perjuangan pengelola Yayasan Al-Badru yang merintis pondok pesantren khusus bagi anak-anak yatim.
"Mulai dari memberi makan anak yatim, menyekolahkan, dan itu kan sampai dengan pengadaan lahan itu kan perlu anggaran, perlu dana," cetusnya.
Ia menuturkan bahwa pengelola yayasan menjalankan pesantren tersebut dengan penuh keyakinan dan doa, dengan keyakinan bahwa setiap anak memiliki rezekinya masing-masing.
"Melalui tangan-tangan orang yang mampu gitu ya," kata Harjono.
Karena itu, pihaknya berharap kegiatan ini dapat menggugah lebih banyak pihak untuk ikut membantu keberlangsungan yayasan tersebut.
"Karena tadi kebutuhannya luar biasa. Satu bulan untuk uang saku saja sebulan Rp 11 juta. Ya, Rp 11 juta itu hanya baru untuk uang saku, belum untuk pakaian, untuk makan sehari-hari," jelasnya.
Menurut Harjono, operasional pondok pesantren tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, masyarakat yang memiliki kemampuan diharapkan dapat menyalurkan bantuan melalui berbagai bentuk, seperti zakat mal, fidyah, infak maupun sedekah.
Ia juga membuka peluang bagi para alumni IPB di berbagai daerah untuk ikut berkontribusi, baik melalui program donasi maupun pembinaan bagi anak-anak yatim yang tengah menempuh pendidikan.
"Ya bisa saja nanti teman-teman rekan-rekan kami atau senior-senior kami atau junior-junior kami yang berhasil bisa saja menjadikan mahasiswa ini sebagai anak asuh atau apa yang menjamin itu. Ya mudah-mudahan ini bisa disampaikan ke teman-teman yang lain," beber Harjono.
Dalam kegiatan tersebut, para alumni juga mengajak anak-anak mengikuti aktivitas kreatif seperti membuat origami. Menurut Harjono, kegiatan sederhana semacam itu menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan dengan anak-anak.
"Nanti mungkin ke depan kan alumni itu punya banyak skill, ada dokter hewan, ada landscape, ada segala macam," ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan para alumni juga berencana menghadirkan berbagai kegiatan edukatif sesuai keahlian masing-masing. Salah satunya melalui pelatihan hidroponik maupun keterampilan lain yang bermanfaat bagi para santri.
"Nanti mungkin bisa saja teman-teman yang punya kemampuan untuk hidroponik misalnya, itu kan sambil ngajarin hidroponik, kayaknya di sini kan belum ada hidroponik juga nih," tutur dia.
Harjono menegaskan, kegiatan sosial semacam ini tidak hanya akan dilakukan di Kota Cimahi. Melalui jaringan HA IPB, kegiatan serupa diharapkan dapat menjangkau berbagai daerah lainnya.
"Iya, bukan hanya ke sini aja tapi ke kota lainnya," pungkasnya. (SAT)



.jpeg)

Posting Komentar