![]() |
| Ilustrasi Kemacetan Arus Balik Mudik Lebaran (Istimewa) |
SURAT KABAR, KAB. BANDUNG - Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menetapkan puncak arus balik Lebaran 2026 telah terjadi pada H+2 Idul Fitri 1447 Hijriah, seiring mulai melandai nya pergerakan kendaraan meski potensi kepadatan masih tersisa hingga akhir pekan.
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, menyebutkan bahwa penetapan tersebut didasarkan pada data volume lalu lintas yang dihimpun selama periode arus balik.
"Ya, kalau dilihat dari data H+2 kemarin, arus balik yang terjadi menurut prediksi kami sudah menjadi puncak arus balik," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/26).
Ia menjelaskan, meskipun H+6 atau Sabtu (28/3/2026) diprediksi menjadi puncak kedua, namun intensitas kendaraan dipastikan tidak akan melampaui lonjakan yang terjadi pada H+2.
"Jika dilihat dari persentase ataupun jumlah kendaraan mudik dan balik, itu hanya sekadar 220 ribu kendaraan yang belum kembali," terangnya.
Menurutnya, sisa kendaraan tersebut akan terdistribusi secara bertahap pada H+3 hingga H+5, sehingga potensi kepadatan ekstrem seperti pada H+2 cenderung tidak terulang.
"Periode tertinggi itu kalau dilihat dari data, itu dari selepas maghrib, jam 7 sampai pukul 10. Mungkin itu tertinggi. Dalam satu jamnya bisa mencapai 10 ribu kendaraan," ucapnya.
Data Dishub Kabupaten Bandung mencatat, volume arus balik sempat mencapai 94.657 kendaraan hingga 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB. Angka ini menunjukkan peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menandai tingginya mobilitas pasca libur Lebaran.
Pada H+1, jumlah kendaraan yang melintas tercatat relatif sama dengan tahun 2025. Namun, terjadi pergeseran signifikan pada arah pergerakan kendaraan. Arus menuju Bandung melonjak menjadi 47.140 unit atau naik 43,51 persen, sementara arus ke arah Garut dan Tasikmalaya turun 23,08 persen menjadi 47.542 unit.
Lonjakan signifikan terjadi pada H+2 yang menjadi titik puncak arus balik. Total kendaraan saat itu mencapai 212.662 unit, dengan dominasi kendaraan menuju Bandung sebanyak 103.427 unit naik hampir 28,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kalau dari volume masih cukup tinggi. Posisi sampai jam 10 pagi ini, dari arah jalur selatan atau Tasik menuju Bandung masih tinggi, dengan jumlah kendaraan sekitar 46.300-an," imbuh Ruddy.
Kendati demikian, kondisi lalu lintas hingga H+3 masih berada di atas rata-rata harian, menandakan arus balik belum sepenuhnya berakhir meski tren mulai menurun.
"Jadi masih relatif tinggi sampai hari ini, dengan kondisi di atas lalu lintas harian rata-rata," pungkasnya. (SAT)



.jpeg)

Posting Komentar