Ngatiyana Angkat Fakta Menarik di Balik Nyepi Cimahi 2026

Redaksi
Tambahkan
...
0

 

Pawai Ogoh-Ogoh Cimahi: Ngatiyana Soroti Nilai Harmoni di Tengah Keberagaman.
Pawai Ogoh-Ogoh Cimahi: Ngatiyana Soroti Nilai Harmoni di Tengah Keberagaman

SURAT KABAR, CIMAHI - Perayaan Hari Suci Nyepi di Cimahi 2026 tidak sekadar menjadi ritual keagamaan, tetapi juga panggung besar yang menegaskan ruang aman bagi ekspresi budaya dan toleransi antar umat. Hal itu terlihat dalam pawai ogoh-ogoh di Cimahi yang digelar pada Selasa, 17 Maret 2026, dengan antusiasme masyarakat yang tinggi.

Dalam momentum perayaan Nyepi di Kota Cimahi, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa peringatan ini memiliki makna lebih luas dari sekadar tradisi umat Hindu. Ia menyebut, nilai-nilai yang terkandung dalam Nyepi relevan untuk kehidupan sosial masyarakat yang majemuk.

“Kegiatan pawai budaya dan ogoh-ogoh yang kita saksikan hari ini bukan hanya sebuah tradisi keagamaan,” ujarnya, menegaskan makna pawai ogoh-ogoh sebagai simbol budaya yang melampaui batas religius.

Lebih jauh, Ngatiyana menjelaskan bahwa tradisi ogoh-ogoh di Cimahi mencerminkan kekayaan budaya Nusantara yang sarat nilai seni, kreativitas, serta kearifan lokal. Tradisi ini terus dijaga oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas budaya yang hidup.

Dalam konteks makna ogoh-ogoh dalam tradisi Hindu, simbol tersebut menggambarkan upaya manusia menetralkan energi negatif dalam kehidupan. Melalui prosesi ini, masyarakat diajak untuk melakukan refleksi diri secara mendalam.

“Melalui simbolisasi tersebut, kita diajak untuk senantiasa membersihkan diri, memperbaiki perilaku, dan membangun kehidupan yang lebih baik,” bebernya, menekankan pentingnya refleksi dalam perayaan Nyepi 2026.

Ngatiyana juga menyoroti pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman masyarakat Cimahi, yang terdiri dari berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya. Ia memastikan bahwa pemerintah hadir untuk menjamin kebebasan beragama sekaligus memperkuat kerukunan sosial.

“Keberagaman tersebut adalah kekuatan besar yang harus terus dijaga dan rawat bersama,” ujarnya, menggarisbawahi komitmen terhadap toleransi di Kota Cimahi.

Menurutnya, kegiatan seperti pawai ogoh-ogoh Nyepi Cimahi dapat menjadi sarana efektif dalam mempererat persaudaraan antarwarga serta menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah perbedaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan perayaan Nyepi di Cimahi 2026, termasuk panitia, pengurus Pura Agung Wira Loka Natha, serta Parisada Hindu Dharma Indonesia.

“Apresiasi juga saya sampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk TNI, Polri, serta seluruh unsur yang turut menjaga ketertiban dan kelancaran acara,” bebernya.

Sebagai penutup, atas nama Pemerintah Kota Cimahi, Ngatiyana mengucapkan selamat menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada umat Hindu. Ia berharap perayaan ini membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat.

“Semoga perayaan ini membawa kedamaian, keseimbangan, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat,” tandasnya. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar