Iklan

Masjid Al-Baakhirah, Ikon Religi Berbentuk Kapal Laut di Kota Cimahi

Posting Komentar
Masjid Al-Baakhirah

SURAT KABAR, CIMAHI - Di tengah permukiman warga Jalan Bapak Ampi, Kelurahan Baros, berdiri sebuah bangunan ibadah yang tak lazim. Tanpa kubah besar maupun menara tinggi, masjid ini justru tampil menyerupai kapal laut raksasa yang seolah berlabuh di daratan. 

Bangunan itu dikenal sebagai Masjid Al-Baakhirah, yang kini perlahan menjadi penanda baru lanskap religius Kota Cimahi.

Masjid yang kerap dijuluki Masjid Kapal Laut tersebut dibangun pada 2015 oleh keluarga almarhum H. Budianto, seorang mantan nahkoda kapal. Pembangunan masjid ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus warisan spiritual bagi masyarakat sekitar. 

Latar belakang sang pendiri yang lama mengarungi samudra menjadi titik awal lahirnya gagasan arsitektur yang tak biasa.

Inspirasi utama bangunan ini merujuk pada kisah Nabi Nuh dan bahtera penyelamat umat manusia dari banjir besar. Narasi keselamatan dan keimanan itu kemudian diterjemahkan ke dalam wujud fisik masjid.

"Makna di balik bentuk kapal bukan hanya sekadar estetika, tapi juga sebagai pengingat akan keselamatan yang datang dari keimanan, seperti yang dialami Nabi Nuh dan kaumnya," kata salah satu pengurus masjid, Mukhlis Purwo Nugroho, Senin (2/3/26).

Masjid Al-Baakhirah memiliki luas sekitar 200 meter persegi dan mampu menampung hingga 500 jamaah. Unsur-unsur kapal laut ditampilkan secara detail, mulai dari cerobong asap, jangkar putih yang diikat tali besar, hingga bagian depan bangunan yang menyerupai geladak kapal lengkap dengan kabin kemudi.

Nuansa pelayaran juga terasa kuat di bagian dalam. Lantai keramik berwarna coklat menyerupai tekstur kayu kapal, dipadukan dengan ornamen kemudi, lampu khas pelayaran, serta jendela-jendela berbentuk oval yang identik dengan kapal laut. Setiap detail menghadirkan kesan perjalanan panjang, seolah merekam jejak hidup sang pendiri.

Dalam perjalanannya, Masjid Al-Baakhirah berkembang bukan hanya sebagai ruang ibadah, tetapi juga tujuan wisata religi. Pengunjung datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, termasuk Malaysia, Iran, Amerika, dan Palestina.

"Sebelum pandemi, banyak sekali pengunjung dari luar daerah, bahkan ada yang datang dari Jawa Tengah. Saat ini juga tetap ramai, terutama ketika akhir pekan atau hari libur. banyak yang datang beribadah sekaligus berfoto-foto," ungkap Mukhlis.

Memasuki bulan suci Ramadan, aktivitas di masjid ini semakin padat. Selain salat lima waktu, jamaah memadati masjid untuk tarawih dan tadarus Al-Qur’an. Bentuknya yang menyerupai kapal justru menghadirkan suasana teduh, menjadikannya ruang singgah spiritual di tengah hiruk pikuk kota.

Bagi sebagian jamaah, Masjid Al-Baakhirah bukan sekadar bangunan unik, melainkan simbol perjalanan iman, tempat berlabuh untuk menenangkan hati dan memperkuat keyakinan. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar