Bandung Overload Saat Lebaran, 90 Persen Hotel Terisi, Ini Dampak dan Antisipasinya

Redaksi
Tambahkan
...
0
OKUPANSI MENINGKAT: Sejumlah wisatawan memadati hotel di Bandung saat puncak libur Lebaran (Istimewa)
OKUPANSI MENINGKAT: Ilustrasi Sejumlah wisatawan memadati hotel di Bandung saat puncak libur Lebaran (Istimewa)


SURAT KABAR, BANDUNG – Membludaknya wisatawan saat puncak libur Lebaran 2026 tak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga memicu peningkatan aktivitas dan potensi kerawanan sosial di Kota Bandung. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun memperkuat pengamanan serta langkah antisipatif guna menjaga kondusivitas wilayah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan lonjakan pengunjung terlihat signifikan, terutama pada H+2 dan H+3 Lebaran. Kondisi ini berbanding lurus dengan meningkatnya tingkat hunian hotel hingga menembus lebih dari 90 persen.

“Tingkat hunian hotel sampai di atas 90 persen pada H+2 dan H+3,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, belum lama ini.

Ia menjelaskan, sejak awal periode libur, okupansi hotel bintang tiga hingga lima sudah berada di atas 50 persen. Angka tersebut terus merangkak naik seiring memuncaknya arus wisatawan yang datang, mayoritas berasal dari luar kota seperti wilayah Jabodetabek.

“Hotel bintang 3 sampai bintang 5 di atas 50 persen, rata-rata mendekati 50 persen dengan jumlah kamar yang sangat banyak,” katanya.

Selain okupansi hotel, peningkatan juga terjadi pada mobilitas masyarakat. Volume penumpang tercatat naik sekitar 15 persen, dengan jumlah kunjungan sementara mencapai lebih dari 723 ribu orang selama periode libur.

Menurut Farhan, tingginya pergerakan manusia ini menjadi perhatian serius, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Meski secara umum kondisi Kota Bandung tetap kondusif, sejumlah gesekan sosial masih ditemukan di lapangan.

“Tawuran gesekan-gesekan kecil terjadi, tapi kita sudah bisa selesaikan di tingkat kewilayahan,” jelasnya.

Ia memastikan, berbagai potensi gangguan keamanan dapat ditangani dengan cepat tanpa eskalasi yang lebih luas. Pemkot Bandung bersama aparat keamanan terus melakukan patroli rutin sebagai langkah preventif.

“Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik sampai hari ini. Laporan kriminalitas masih bisa dikendalikan dengan sangat baik,” ujarnya.

Farhan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang dinilai sigap menjaga situasi tetap aman selama masa libur Lebaran.

“Terima kasih kepada Polrestabes Bandung dan Polda Jabar yang betul-betul menjaga kita dengan sangat baik. Insyaallah kita kerja sama terus,” tambahnya.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Bandung akan memperkuat pendekatan dialogis, khususnya di lingkungan pendidikan. Hal ini dilakukan untuk menekan potensi konflik sosial di kalangan pelajar.

“Anak sekolah hari Senin besok saya akan dialog dengan para orang tua dan pengelola sekolahnya. Kalau tingkat SMA, kita hanya bisa dialog karena tidak punya kewenangan langsung,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan jam malam bagi pelajar tetap diberlakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan. Patroli keamanan juga terus digelar secara konsisten di berbagai titik rawan.

Di sisi lain, Farhan menilai lonjakan wisatawan tetap memberikan dampak positif terhadap perekonomian, khususnya sektor perhotelan dan jasa. Namun, ia mengingatkan pelaku usaha untuk tetap menjaga kualitas layanan di tengah tingginya permintaan.

Dengan kombinasi penguatan pengamanan dan pengelolaan aktivitas masyarakat, Pemkot Bandung optimistis kondisi kota tetap terkendali meski berada dalam tekanan lonjakan wisatawan saat libur panjang. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar