![]() |
| SERBU WISATA: Sejumlah wisatawan mencoba wahana sepeda gantung di kawasan wisata Bandung Barat yang dipadati pengunjung selama libur Lebaran 2026 (Istimewa) |
Berdasarkan data resmi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, jumlah wisatawan yang datang ke Bandung Barat tercatat mencapai 166.344 orang. Angka tersebut dihimpun selama periode H-3 hingga H+3 Idulfitri 1447 Hijriah, dengan kawasan Lembang tetap menjadi pusat konsentrasi kunjungan wisatawan.
Kepala Disparbud Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih, menyatakan bahwa tingginya kunjungan wisatawan ke Bandung Barat selama libur Lebaran 2026 mencerminkan konsistensi daya tarik destinasi wisata lokal, khususnya wisata berbasis alam yang mendominasi wilayah tersebut.
“Minat masyarakat untuk berwisata ke Bandung Barat masih sangat tinggi, terutama saat libur Lebaran. Kawasan wisata di sini tetap menjadi pilihan utama untuk menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujar Asep saat dikonfirmasi pada Kamis (26/3/26).
Pola Kunjungan Wisata Lebaran di Bandung Barat
Lonjakan kunjungan wisatawan ke Bandung Barat mulai terlihat sejak hari H Idulfitri. Pada hari tersebut, jumlah pengunjung mencapai 20.472 orang, menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelum Lebaran.
Sementara itu, pada H-2 hingga H-3 Lebaran, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bandung Barat tercatat sebanyak 25.692 orang. Pada periode ini, pergerakan wisata masih relatif terbatas karena sebagian masyarakat masih dalam fase perjalanan mudik.
“Menjelang Lebaran, masyarakat umumnya masih fokus pada aktivitas mudik, sehingga kunjungan wisata belum terlalu tinggi. Namun, mulai hari H, tren kunjungan mulai mengalami peningkatan,” jelas Asep.
Lonjakan Tajam Pascalebaran, Wisata Bandung Barat Meningkat Tiga Kali Lipat
Peningkatan paling signifikan dalam kunjungan wisata Bandung Barat terjadi pada periode pascalebaran, yakni H+1 hingga H+3 Idulfitri 2026. Dalam kurun waktu tiga hari tersebut, jumlah wisatawan melonjak tajam hingga mencapai 112.798 orang.
Angka ini hampir tiga kali lipat dibandingkan periode sebelum dan saat hari H Lebaran, menandakan adanya pergeseran pola wisata masyarakat yang lebih memilih bepergian setelah momen silaturahmi utama selesai.
“Puncak kunjungan justru terjadi setelah Lebaran. Dalam tiga hari pasca Lebaran, jumlah wisatawan meningkat drastis. Ini menunjukkan masyarakat memanfaatkan sisa waktu libur untuk berwisata bersama keluarga,” ungkapnya.
Destinasi Favorit di Lembang dan Sekitarnya Dominasi Kunjungan
Dominasi wisata alam di Bandung Barat kembali terlihat dari tingginya angka kunjungan di sejumlah destinasi unggulan, khususnya di kawasan Lembang yang menjadi magnet utama wisatawan selama libur Lebaran 2026.
Beberapa objek wisata yang mencatat jumlah kunjungan tinggi antara lain:
Floating Market Lembang: 18.129 wisatawan
Lembang Park Zoo: 28.433 wisatawan
Orchid Forest: 19.418 wisatawan
Dusun Bambu: 12.911 wisatawan
Sarae Hills: 15.713 wisatawan
Wahoo: 12.738 wisatawan
Taman Gunung Api Sari (TGAS): 11.433 wisatawan
Data ini menunjukkan bahwa destinasi wisata alam terbuka dan rekreasi keluarga masih menjadi preferensi utama wisatawan yang berkunjung ke Bandung Barat selama libur panjang.
“Wisata berbasis alam masih menjadi primadona karena menawarkan suasana segar, ruang terbuka, dan cocok untuk liburan keluarga,” kata Asep.
Kondisi Aman dan Dampak Ekonomi Pariwisata Bandung Barat
Selama periode libur Lebaran 2026, kondisi pariwisata di Bandung Barat dilaporkan berjalan aman dan kondusif. Hal ini tidak terlepas dari kolaborasi antara pengelola wisata, aparat keamanan, serta masyarakat dalam menjaga kenyamanan pengunjung.
Asep menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang berkontribusi dalam menjaga stabilitas sektor pariwisata Bandung Barat selama masa libur.
“Secara umum situasi berjalan aman dan kondusif. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah menjaga kenyamanan wisatawan selama libur Lebaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, peningkatan jumlah wisatawan di Bandung Barat selama Lebaran 2026 diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi pelaku usaha lokal, sektor UMKM, dan industri pariwisata.
“Harapannya, tren kunjungan wisata ini terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Bandung Barat,” pungkasnya. (SAT)



.jpeg)

Posting Komentar