SURAT KABAR, BANDUNG - Arus kendaraan menuju Bandung mulai menunjukkan peningkatan menjelang periode mudik Lebaran 2026. Lonjakan lalu lintas terpantau di Gerbang Tol Cileunyi dan Pasteur sejak Jumat, 13 Maret 2026 atau sekitar sepekan sebelum Idul Fitri.
Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati mengatakan peningkatan volume kendaraan sudah mulai terlihat di sejumlah akses tol menuju wilayah Bandung dan sekitarnya.
"Di wilayah Jawa Barat, terpantau mulai terjadi peningkatan volume lalu lintas (kendala) menuju Bandung atau Rancaekek sekitarnya, tercatat total sebanyak 76.107 kendaraan yang melintas, atau meningkat sebanyak 1,93 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 74.668 kendaraan," ucap Widiyatmiko melalui keterangannya, Sabtu, (14/3/26).
Dari total kendaraan tersebut, peningkatan paling signifikan tercatat di Gerbang Tol Cileunyi. Gerbang tol yang menjadi akses utama menuju wilayah timur Bandung ini mencatat kenaikan arus kendaraan menuju Rancaekek dan Garut.
"Dimana menurutnya, peningkatan volume kendaraan yang tercatat mencapai 38.728 atau naik hingga sebesar 2,34 persen dari transaksi normal menuju wilayah Rancaekek, Garut dan sekitarnya."
Selain itu, kendaraan yang bergerak dari arah timur menuju Bandung maupun Jakarta melalui gerbang tol yang sama juga mengalami lonjakan cukup tinggi.
"Sedangkan volume lalu lintas transaksi yang menuju Bandung atau Jakarta melalui GT (gerbang tol) Cileunyi tercatat sebanyak 32.645 kendaraan atau naik sebesar 14,23 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 28.579 kendaraan," ungkapnya.
Sementara itu, di Gerbang Tol Pasteur yang menjadi pintu masuk utama ke pusat Kota Bandung, kenaikan volume kendaraan juga mulai terlihat.
Sebanyak 37.379 kendaraan tercatat melintas menuju Kota Bandung melalui gerbang tol tersebut.
"Untuk volume kendaraan meningkat sebesar 1,51 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 36.824 kendaraan. Dan volume lalu lintas transaksi GT Pasteur yang meninggalkan Kota Bandung menuju Jakarta tercatat 30.999 kendaraan atau lebih rendah 0,84 persen dari lalu lintas normal sebanyak 31.261 kendaraan," ucapnya.
Menghadapi peningkatan arus kendaraan tersebut, pihak Jasa Marga menyatakan akan memaksimalkan layanan selama periode mudik Lebaran tahun ini.
"Termasuk kami juga mengimbau kepada masyarakat agar mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan dengan memastikan kondisi kendaraan siap jalan, kondisi pengemudi yang prima, memperhatikan kecukupan BBM dan saldo e-toll untuk kenyamanan perjalanan," imbuhnya.
Sementara itu, potensi pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat diperkirakan cukup besar. Berdasarkan survei internal Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, sekitar separuh dari total penduduk diprediksi akan melakukan perjalanan selama periode mudik.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar mengatakan kendaraan pribadi masih menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat.
"Sementara untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor sekitar 3,91 juta orang, transportasi umum seperti kereta api sekitar 3,43 juta orang, bus 0,78 juta, mobil rental 0,48 juta, travel 0,25 juta, pesawat terbang 0,06 juta, dan kapal laut atau perahu sebanyak 0,01 juta," ujarnya belum lama ini.
Dari sisi jalur perjalanan, Tol Trans Jawa masih menjadi rute favorit pemudik. Jalur tersebut meliputi ruas Jakarta–Cikampek, Cikopo–Palimanan hingga Palimanan–Kanci.
Diperkirakan sebanyak 14,18 juta orang akan menggunakan jalur tersebut saat mudik Lebaran tahun ini. Selain itu, sejumlah ruas tol lain juga diprediksi ramai dilalui pemudik.
"Sementara sisanya seperti Tol Cikampek - Cipularang - Padaleunyi sebanyak 1,96 juta, Tol Cisumdawu 0,90 juta, dan Tol Bocimi sekitar 0,09 juta."
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama periode mudik, pemerintah juga berencana membuka Tol Jakarta–Cikampek II secara fungsional.
"Sehingga untuk mengantisipasi kepadatan, Tol Japek 2 akan dibuka secara fungsional. Karena belum selesai, jadi seperti pemasangan rambu, uji juga belum dilaksanakan. Tapi untuk memperlancar kegiatan mudik, sehingga akan diberlakukan secara fungsional," tandasnya. (REL)



.jpeg)

Posting Komentar