SURAT KABAR, BANDUNG - Datangnya bulan suci Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi CEO Martasandy Group, Billy Martasandy. Di tengah kesibukannya memimpin ekspansi bisnis dan mengelola berbagai lini usaha, Billy mengaku Ramadan adalah waktu yang ia tunggu untuk memperlambat langkah, memperdalam refleksi, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan pribadi maupun profesionalnya.
Dalam pernyataannya, Billy menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim. Namun bagi dirinya, Ramadan bukan sekadar agenda tahunan atau formalitas korporasi.
“Setiap Ramadan selalu mengingatkan saya pada masa kecil, ketika orang tua menanamkan pentingnya disiplin, kejujuran, dan kepedulian. Nilai-nilai itu yang sampai hari ini saya pegang dalam menjalankan perusahaan,” ujarnya, Rabu (19/2/2026).
Billy bercerita, sejak muda ia terbiasa melihat bagaimana kerja keras dan integritas menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan. Ramadan, menurutnya, adalah momentum untuk kembali menguatkan fondasi tersebut.
Ia percaya, kepemimpinan yang efektif tidak hanya dibangun oleh strategi bisnis, tetapi juga oleh karakter.
“Puasa mengajarkan kita menahan diri, termasuk dalam mengambil keputusan. Tidak reaktif, tidak emosional, dan selalu mempertimbangkan dampak jangka panjang. Itu sangat relevan dalam dunia usaha,” tuturnya.
Di sisi personal, Billy mengaku berusaha menjaga tradisi sederhana bersama keluarga selama Ramadan, seperti berbuka puasa bersama dan meluangkan waktu untuk berbagi dengan sesama. Baginya, kesederhanaan justru menjadi pengingat akan esensi kehidupan.
Ia juga menekankan pentingnya empati terhadap karyawan. Menurutnya, memahami kondisi tim selama menjalankan ibadah puasa adalah bagian dari kepemimpinan yang humanis.
Di lingkungan Martasandy Group, manajemen berupaya menciptakan suasana kerja yang lebih fleksibel dan suportif selama Ramadan.
“Produktivitas tetap penting, tetapi keseimbangan dan kenyamanan karyawan juga harus dijaga. Ramadan mengajarkan kita untuk saling memahami,” katanya.
Billy menambahkan bahwa bulan suci menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kegiatan sosial perusahaan. Ia menilai, keberhasilan bisnis seharusnya berjalan seiring dengan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Keberkahan usaha bukan hanya soal angka pertumbuhan, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan,” ucapnya.
Dalam pandangannya, tantangan dunia usaha saat ini tidak hanya soal persaingan pasar, tetapi juga soal menjaga kepercayaan publik.
Ia meyakini nilai-nilai yang diperkuat selama Ramadan dapat menjadi kompas moral dalam menghadapi dinamika tersebut.
Menutup pernyataannya, Billy kembali menyampaikan harapannya agar Ramadan tahun ini membawa kedamaian dan keberkahan bagi semua.
“Semoga puasa ini menjadi momen memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan keluarga, dan memperluas kepedulian terhadap sesama. Karena pada akhirnya, kepemimpinan yang kuat lahir dari hati yang bersih,” pungkasnya. (SAT)


Posting Komentar
Posting Komentar