SURAT KABAR, BANDUNG - Langkah Kota Bandung dalam mempercepat sektor investasi dan pelayanan publik sepanjang 2025 hingga awal 2026 mendapat respons positif dari kalangan pengusaha lokal. Salah satunya datang dari pengusaha asal Kota Bandung, Billy Martasandy.
Billy menilai, rangkaian agenda promosi investasi seperti Investor Day, Bandung Investment Forum (BIF) 2025, hingga Bandung Investment Summit (BIS) 2025 menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam membangun ekosistem usaha yang lebih terbuka dan kompetitif.
“Sebagai pelaku usaha, kami melihat ada arah kebijakan yang lebih terstruktur. Promosi investasi tidak lagi seremonial, tetapi dikemas dengan pendekatan strategis dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (18/2/2026).
Menurut Billy, kehadiran puluhan calon investor dalam Investor Day serta tingginya minat terhadap proyek strategis menjadi indikator bahwa Bandung masih menjadi magnet ekonomi di Jawa Barat. Ia menilai konsistensi pemerintah dalam mempertemukan pemilik proyek dan investor melalui forum-forum bisnis menjadi nilai tambah tersendiri.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan, Billy melihat adanya penekanan kuat pada reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan perizinan. Hal ini, menurutnya, sangat krusial bagi dunia usaha.
“Bagi pengusaha, kepastian dan kecepatan layanan adalah faktor utama. Ketika proses perizinan semakin transparan dan terdigitalisasi, biaya waktu dan energi bisa ditekan. Itu berdampak langsung pada efisiensi bisnis,” katanya.
Ia juga mengapresiasi penguatan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang dinilai mempermudah integrasi berbagai layanan dalam satu pintu. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya membantu investor besar, tetapi juga pelaku UMKM dan usaha rintisan yang membutuhkan akses layanan cepat dan jelas.
Billy menambahkan, sinergi antara inovasi dan investasi yang disampaikan Kepala DPMPTSP Kota Bandung menjadi poin penting. Ia menilai, Bandung memiliki modal kuat di sektor ekonomi kreatif dan digital, sehingga investasi yang masuk harus selaras dengan karakter kota.
“Bandung punya ekosistem kreatif yang matang. Kalau investasi diarahkan untuk memperkuat sektor digital, teknologi, dan industri ramah lingkungan, dampaknya bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Namun demikian, Billy mengingatkan agar momentum positif ini dijaga dengan konsistensi kebijakan. Ia berharap pembangunan infrastruktur pendukung kawasan investasi dapat berjalan seiring dengan kemudahan regulasi.
“Kepercayaan investor dibangun dari kesinambungan. Jangan sampai perubahan kebijakan terlalu cepat atau tidak sinkron. Stabilitas regulasi sangat penting,” tegasnya.
Sebagai pengusaha lokal, Billy mengaku optimistis terhadap arah pembangunan ekonomi Kota Bandung saat ini. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha terus diperkuat agar pertumbuhan yang tercipta benar-benar inklusif dan berkelanjutan.
“Kalau pemerintah dan pengusaha berjalan bersama, Bandung bukan hanya jadi kota kreatif, tapi juga kota investasi yang diperhitungkan secara nasional,” pungkasnya. (SAT)


Posting Komentar
Posting Komentar