Iklan

Dishub Cimahi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Pembangunan Underpass Gatot Subroto

Posting Komentar
Ilustrasi Underpass

SURAT KABAR, CIMAHI - Menyusul rencana pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kota Cimahi, Dinas Perhubungan (Dishub) Cimahi menyiapkan skema rekayasa lalu lintas guna meminimalkan gangguan mobilitas warga. Langkah ini dinilai mendesak mengingat proyek tersebut akan berdampak langsung pada akses jalan utama serta kawasan permukiman dan pelayanan publik di sekitarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai, pihaknya akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat terdampak. Sosialisasi ini melengkapi upaya serupa yang sebenarnya telah dilakukan dalam satu hingga dua bulan terakhir.

“Insyaallah nanti akan kami intens kan dengan melakukan sosialisasi secara on the spot ke wilayah yang masyarakatnya terdampak langsung, terutama warga yang berada di sekitar Jalan Gatsu,” kata Endang saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (12/2/26).

Menurut Endang, salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah kawasan Jalan Sukimun. Selama ini, warga di wilayah tersebut mengandalkan Jalan Gatsu sebagai akses keluar-masuk. Namun, seiring dimulainya pembangunan underpass, akses tersebut akan ditutup sementara.

“Jalan Sukimun ini akan tertutup akses keluar-masuk yang selama ini menggunakan Jalan Gatsu. Posisi jalannya juga tepat sebelum rel kereta api, sehingga penutupan ini tentu berdampak signifikan bagi aktivitas warga,” ujarnya.

Kondisi tersebut kian kompleks karena di kawasan itu terdapat sejumlah fasilitas vital. Endang menyebutkan, selain aktivitas permukiman, pada tahun ini akan mulai beroperasi Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang baru selesai dibangun, serta Polsek Cimahi Tengah.

“Di sana sudah ada beberapa kegiatan penting. Termasuk operasional Labkesmas dan Polsek Cimahi Tengah, yang tentu membutuhkan akses lalu lintas yang lancar,” kata Endang.

Untuk menunjang mobilitas warga sekaligus memastikan kelancaran pelayanan publik, Dishub Cimahi telah menyiapkan rekayasa lalu lintas khusus bagi kawasan tersebut. 

Warga Jalan Sukimun nantinya akan diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui jalan buntu yang berada tepat sebelum titik awal pembangunan underpass.

“Insyaallah ini aman. Masyarakat akan dialihkan masuk ke sisi utara, sebelum titik awal pembangunan underpass,” terang Endang.

Selain pengalihan di kawasan permukiman, Dishub Cimahi juga menyiapkan skema pengaturan arus kendaraan di sejumlah titik lain. Kendaraan besar dari arah Gedung Empat akan dialihkan menuju Jalan Sriwijaya, kemudian masuk ke wilayah selatan menuju Dustira. Sementara itu, kendaraan kecil dapat melintas melalui kawasan Lapang Rajawali.

“Untuk kendaraan kecil, bisa melalui Jalan Rajawali ke arah Pasirkumeli. Dari situ bisa masuk kembali ke jalur lain. Apalagi tahun ini pembangunan Flyover Pusdikpom juga akan kembali berjalan, menghubungkan sisi utara dan selatan rel, mulai dari Pasirkumeli hingga Pusdikpal,” jelas Endang.

Rekayasa lalu lintas juga akan mengatur arus kendaraan yang masuk ke Jalan Bapak Ampi, sebelum kembali diarahkan ke Jalan Gatot Subroto dan akses tol. Skema ini, menurut Endang, merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama proyek berlangsung.

“Selain rekayasa lalu lintas, kami juga akan menambah personel di titik-titik yang kami prediksi berpotensi menimbulkan kemacetan,” imbuhnya.

Dishub Cimahi juga akan menyiapkan rambu-rambu portabel sebagai panduan bagi masyarakat. Petugas gabungan dari Dishub dan kepolisian akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan permukiman seperti Jalan Sukimun.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak kewilayahan, kelurahan, RT dan RW, agar bisa menurunkan personel dari kewilayahan seperti Linmas. Mudah-mudahan ini bisa membantu mengurai kemacetan di sekitar lokasi pembangunan underpass,” tandas Endang. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar