SURAT KABAR, CIMAHI - Dalam Sujudku, film terbaru produksi Project69, menghadirkan kisah keluarga yang sarat emosi sekaligus refleksi mendalam tentang arti kesetiaan dan cinta sejati di tengah godaan ambisi karier.
Film yang dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 2026 ini lebih dulu diperkenalkan lewat pemutaran khusus.
Disutradarai Rico Michael, 'Dalam Sujudku' tak sekadar menyuguhkan drama menguras air mata, tetapi juga mengajak penonton menelusuri dinamika hubungan manusia yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Cerita berpusat pada Farid, diperankan Marcell Darwin, dan Aisyah yang dimainkan Vinessa Inez. Pasangan ini sempat menikmati kebahagiaan rumah tangga bersama dua anak mereka.
Namun perubahan besar terjadi ketika karier Farid menanjak dan mengharuskannya bekerja di Jakarta, meninggalkan keluarga di kampung halaman.
Di lingkungan kerja barunya, Farid mulai dekat dengan Rina (Naura Hakim). Kedekatan tersebut perlahan mengikis fondasi rumah tangganya dengan Aisyah.
Meski terpisah jarak, Aisyah merasakan keganjilan dari setiap kabar yang diterimanya. Hingga akhirnya, kepercayaan itu runtuh ketika Farid memilih menjalani hidup baru bersama Rina.
Meski diliputi luka, perjalanan Aisyah tidak digambarkan sebagai sosok perempuan rapuh. Vinessa Inez menghadirkan karakter Aisyah sebagai figur yang kuat dan berusaha bertahan di tengah situasi yang mengguncang batin.
“Aisyah berusaha tegar meskipun hatinya diguncang situasi yang rumit,” ujarnya saat diwawancarai dilokasi, Selasa (20/1/26).
Menurut Vinessa, karakter Aisyah juga memiliki sisi pemaaf yang tak terduga, yang justru menjadi kekuatan emosional film ini dan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.
Kehadiran Chika Waode sebagai sahabat Aisyah turut memberi warna tersendiri. Karakternya menjadi penyeimbang di tengah konflik yang berat.
“Aku selalu mencoba menghangatkan suasana karena Aisyah tengah terjebak dalam badai konflik,” jelas Chika, seraya menambahkan bahwa kebebasan improvisasi yang diberikan sutradara membuat dialog terasa lebih hidup dan natural.
Daya tarik lain datang dari Dennis Adhiswara yang tampil berbeda dari peran-peran komedinya. Film Dalam Sujudku, Dennis memerankan seorang Kyai, menunjukkan sisi lain dari kemampuan aktingnya.
Sang sutradara, Rico Michael, mengungkapkan bahwa ide cerita film ini terinspirasi dari curhatan seorang teman. Ia tertarik pada kompleksitas karakter Farid dan Aisyah yang dinilainya sangat nyata.
“Farid ini lelaki yang pasrah, seolah membiarkan segala sesuatu terjadi, sementara Aisyah tetap menyayanginya meskipun telah jelas dikhianati, itu adalah realitas yang ada di sekitar kita,” ujar Rico, yang mengambil lokasi syuting di Cimahi, Jakarta, dan Garut.
Meski nuansa poster dan trailer kental dengan sentuhan religi, Rico menegaskan bahwa fokus utama film ini adalah perjuangan mempertahankan keluarga.
“Beberapa adegan mampu mengubah emosi penonton, dari kemarahan terhadap ketidak beranian Farid menjadi rasa iba ketika ia menghadapi kehancuran yang diciptakan sendiri,” paparnya.
Keunikan lain hadir dari proses pembuatan soundtrack. Tim produksi memilih tidak menggunakan lagu populer, melainkan menciptakan lagu khusus lewat ajang Dalam Sujudku Voice Hunt.
“Musik harus mampu menyampaikan emosi mendalam, dan Mamu Black Sweet sebagai pengarah musik berhasil memberikan sentuhan yang tepat,” ucapnya.
Film ini juga melibatkan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) sebagai salah satu lokasi utama syuting. Rektor Unjani, Prof. Agus Subagyo, menyebut film ini istimewa karena banyak melibatkan civitas akademika kampus.
“Kesan utama dari film ini adalah kesetiaan dan kesabaran seorang istri yang mampu menerima pasangannya apa adanya,” ujar Prof. Agus.
Ia berharap karakter Aisyah dapat menjadi teladan, sekaligus pengingat agar penonton tidak meniru sikap Farid. Prof. Agus juga mengaku antusias terlibat dalam proyek film perdananya tanpa persiapan khusus.
“Kami sangat mendorong para sutradara dan produser untuk memilih Unjani sebagai lokasi syuting, mengingat gedung-gedung kami yang futuristik dan instagramable,” tambahnya.
Diproduseri Donnie Syech, Dalam Sujudku hadir bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga cermin bagi penonton untuk merenungkan makna keluarga, kesetiaan, serta pilihan hidup yang menentukan masa depan. (SAT)


Posting Komentar
Posting Komentar