Iklan

Tingkatkan Akses Kesehatan, Pemkot Cimahi Resmikan Puskesmas Cibeureum Berstandar Regulasi Kemenkes

Posting Komentar
Pemerintah Kota Cimahi meresmikan Puskesmas Cibeureum yang berlokasi di Jalan Tirta Indah No. 88, RT 01 RW 011, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan.

SURAT KABAR, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi meresmikan Puskesmas Cibeureum yang berlokasi di Jalan Tirta Indah No. 88, RT 01 RW 011, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Rabu (31/12/25). Puskesmas tersebut menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang dibangun dengan konsep prototipe layanan primer terpadu, sesuai regulasi terbaru Kementerian Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Mulyati, mengatakan proses pembangunan puskesmas menggunakan anggaran dari APBD Kota Cimahi tahun 2025. Seluruh proses, mulai dari perencanaan, pengawasan hingga konstruksi, telah melalui mekanisme yang berlaku.

“Terkait peresmian Puskesmas Cibeureum pagi ini, perlu saya sampaikan bahwa anggaran untuk pembangunan, mulai dari konsultan perencana, konsultan pengawas hingga pekerjaan konstruksi, menggunakan APBD Kota Cimahi," jelasnya.

Puskesmas Cibeureum ini, kata Mulyati, merupakan puskesmas pertama yang pembangunannya sesuai prototipe integrasi layanan primer, sesuai regulasi dari Kementerian Kesehatan.

"Pengerjaan konstruksi berlangsung selama 150 hari dan telah dinyatakan selesai dengan pelaksanaan Provisional Hand Over (PHO) pada 29 Desember 2025," imbuhnya.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelesaian pembangunan puskesmas tersebut. Ia menyebut proyek ini berjalan tepat waktu karena dikawal melalui sinergi dengan aparat penegak hukum, termasuk Polres Cimahi dan Kejaksaan Negeri.

“Alhamdulillah didampingi oleh Polres dengan Kejaksaan. Kalau sudah didampingi oleh kejaksaan dan Polres, insyaallah aman karena semua saling mengontrol. Selama kita melaksanakan tugas dengan aman, nyaman, keterbukaan, semuanya dilibatkan. Alhamdulillah aman dan berjalan tepat waktu,” kata Ngatiyana saat memberikan sambutan.

Ngatiyana juga menekankan bahwa kualitas pembangunan menjadi perhatian penting pemerintah. Ia merasa bangga melihat hasil pembangunan puskesmas sejak dari tampilan luar hingga detail interior.

“Saya belum masuk saja, melihat dari depan merasa bangga dan puas. Bangunannya bukan asal-asalan, dilihat dari luar saja sudah kelihatan. Dari sambungan keramik saja sudah terlihat profesional,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ngatiyana juga memberi apresiasi kepada tenaga wanita dalam struktur layanan kesehatan dan pemerintahan, yang menurutnya menjadi bagian penting dalam perubahan pelayanan publik.

Ngatiyana menegaskan bahwa kehadiran Puskesmas Cibeureum diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Cibeureum. Namun ia mengingatkan, kapasitas tenaga kesehatan tetap memiliki batas sehingga masyarakat diminta memahami alur prioritas layanan.

“Tenaga kesehatan di sini juga terbatas. Jangan sampai di sini tenaganya ada 20, yang datang 40 ingin semua dilayani pertama. Kita hargai yang datang duluan, kecuali yang punya penyakit kritis, tentu harus segera ditangani untuk menyelamatkan jiwa,” tuturnya.

Ia meminta masyarakat menjaga komunikasi yang baik dengan petugas kesehatan agar pelayanan berjalan kondusif.

“Jangan dimarahi petugasnya. Komunikasi yang baik, koordinasi yang halus, saya rasa petugas kesehatan akan melayani dengan sebaik-baiknya. Beda kalau dibentak-bentak, malah bahaya karena mereka tidak konsen,” ujarnya.

Ngatiyana juga menegaskan bahwa Pemkot Cimahi berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur sebagai program prioritas. Ia berharap Puskesmas Cibeureum dapat segera melengkapi fasilitas yang masih dibutuhkan, termasuk peralihan fungsi bangunan puskesmas lama menjadi puskesmas pembantu.

“Ini bukti nyata bahwa pembangunan yang direncanakan selama 10 bulan bisa tuntas. Kita ingin pelayanan kesehatan yang terbaik. Kalau ada alat yang belum ada atau perlu dipindahkan dari yang di belakang kelurahan, nanti dikomunikasikan dengan Kadinkes. Komandonya perempuan lagi, kan,” katanya.

Pemerintah memastikan fasilitas baru ini dapat langsung dimanfaatkan oleh warga.

“Jangan ragu-ragu, kalau ada yang sakit silakan datang. Tapi tetap saling memahami demi pelayanan yang maksimal,” pungkasnya. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar