Rp 60 Juta per Keluarga untuk Warga Pasirlangu yang Kehilangan Rumah

Redaksi
Tambahkan
...
0
Bupati Bandung Barat Ritchie Ismail

SURAT KABAR, BANDUNG BARAT - Setelah hampir sembilan bulan menanti, 32 keluarga korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya menerima bantuan uang untuk relokasi. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengalokasikan lebih dari Rp1,9 miliar, dengan nilai sekitar Rp 60 juta untuk tiap keluarga, agar mereka bisa mencari lahan aman dan membangun kembali rumah.

Bupati Bandung Barat Ritchie Ismail, menyebut dana itu telah disalurkan kepada 32 kepala keluarga (KK) yang rumahnya hancur akibat longsor Gunung Burangrang pada akhir Januari 2026.

"Kemarin kita telah menyalurkan anggarannya per KK itu sekitar Rp 60 juta, untuk total penerimanya ada 32 KK. Jadi total Rp 1,9 miliar lebih," kata Jeje kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

Bantuan diberikan lewat skema relokasi mandiri sesuai permintaan warga penyintas. Dananya berbentuk uang tunai supaya warga bisa memilih sendiri lokasi tinggal baru yang dinilai aman dari ancaman longsor.

"Jadi ini relokasi mandiri, sesuai dengan yang kita bahas dan sesuai permintaan masyarakat. Semua sepakat relokasi mandiri, jadi biar bantuannya dalam bentuk uang saja," ujarnya.

Salah satu penerima, Rusmiyati (42), warga Kampung Pasir Kuning RT 05/RW 11, mengaku lega. Selama hampir sembilan bulan ia dan keluarganya tinggal di rumah kontrakan sambil menunggu bantuan.

"Alhamdulillah akhirnya setelah menunggu lama, uang bantuan diterima. Nominalnya Rp 60 juta itu untuk satu KK," katanya.

Meski bersyukur, Rusmiyati menilai dana tersebut belum cukup untuk membeli tanah sekaligus membangun rumah hingga selesai. Ia tetap menghargai perhatian pemerintah.

"Ya kalau untuk membangun rumah dari nol sampai selesai, dengan uang Rp 60 juta enggak akan cukup. Kan saya harus beli tanah, terus membangun rumahnya. Namun, alhamdulillah itu sangat membantu kami, segitu juga ada perhatian dari pemerintah," jelasnya.

Rusmiyati sudah menentukan lokasi baru yang masih berada di Desa Pasirlangu, tetapi dinilai lebih aman karena cukup jauh dari area longsor. Ia memilih tidak pindah jauh karena suaminya bekerja sebagai buruh di kebun sayur milik orang lain.

"Masih satu desa, cuma lokasinya agak jauh dari longsor kemarin. Soalnya suami kan kerja di kebun sayur, jadi kuli di lahan orang. Enggak bisa pindah jauh-jauh dari sini," katanya.

Sebelum rumah barunya berdiri, keluarga Rusmiyati masih akan tinggal di rumah kontrakan. Untuk sementara, mereka juga menerima bantuan biaya kontrakan Rp 600.000 per bulan dan bantuan sembako dari Pemkab Bandung Barat. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar