Hapus Tato Gratis di Masjid Jaza Bandung, Jalan Pulang dari Masa Lalu Dimulai

Redaksi
Tambahkan
...
0
Program hapus tato gratis di Masjid Jaza, Jalan Trunojoyo Nomor 23, Kota Bandung

SURAT KABAR, BANDUNG - Program hapus tato gratis di Masjid Jaza, Jalan Trunojoyo Nomor 23, Kota Bandung, kembali mendapat sambutan dari warga. Layanan hapus tato gratis di Bandung ini menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin menghilangkan tato sekaligus memantapkan langkah untuk berhijrah.

Program hapus tato gratis Masjid Jaza Bandung tersebut digelar melalui kolaborasi DKM Masjid Jaza bersama Hijrah Care. Tak hanya menawarkan treatment, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi peserta untuk memperbaiki diri dan meninggalkan bagian masa lalu yang ingin mereka ubah.

Salah satu peserta program hapus tato gratis Dimas Anggara (33), mengatakan keikutsertaannya didorong keinginan untuk meninggalkan masa lalu dan memulai kehidupan yang lebih baik. Bagi Dimas, hapus tato gratis bukan sekadar menghilangkan gambar di tubuh, tetapi menjadi bagian dari perjalanan hijrah yang sedang dijalaninya.

“Hijrah aja. Dari masa lalu yang saya rasa, ya gitulah. Ya pengin merubah untuk yang lebih baik aja,” ujar Dimas sembari tertawa kecil, Rabu (16/9/2026).

Dimas mengaku sudah mengetahui informasi mengenai program hapus tato gratis sejak 2017. Ia bahkan pernah mengikuti kegiatan serupa dan saat itu sebagian tato di tubuhnya sudah berhasil dihilangkan.

“Saya itu dari 2017 dulu. Malahan sebagian udah hilang. Pernah, udah ikut. Malahan sebagian udah hilang,” ungkapnya.

Kini, Dimas kembali mengikuti hapus tato gratis di Masjid Jaza Bandung untuk membersihkan sisa tato yang masih terdapat di tubuhnya. Menurutnya, tato yang ingin dihilangkan saat ini tinggal sebagian.

“Ini tinggal sisanya aja,” cetusnya.

Untuk proses hapus tato gratis, Dimas menilai treatment yang dijalaninya kali ini tidak jauh berbeda dengan kegiatan yang pernah ia ikuti sebelumnya. Namun, program tersebut sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 karena adanya kerusakan pada mesin penghapus tato.

“Kalau saya rasa sama aja ya treatment-nya, cuma kalau dulu, gak tahu nih kalau ke depannya sekarang di sini gimana, kan ini baru mulai lagi. Dari Covid-19, tahun 2020 lah ya sempat berhenti, karena mesinnya ada kerusakan lagi,” jelasnya.

Dimas juga mengingat bahwa program hapus tato gratis yang pernah diikutinya dahulu tidak hanya berisi treatment. Peserta kala itu juga mendapatkan siraman rohani sekaligus kesempatan belajar mengaji.

“Nah, kalau dulu kan treatment-nya sambil belajar ngaji. Sambil diisi rohani, nah kalau dulu,” tuturnya.

Usai mengikuti hapus tato gratis di Bandung, Dimas mengaku ingin terus memperbaiki diri. Baginya, menghapus tato hanyalah salah satu bagian dari perjalanan yang lebih panjang untuk tetap istiqomah dalam menjalani proses hijrah.

“Oh iya, jelas itu mah. Dari dulu pertama saya mau hapus tato tuh, pertamanya udah kembali mau balik ke jalan yang benar aja. Sampai sekarang saya alhamdulillah, begitu ada kabar lagi (ikutan lagi). Mudah-mudahan istiqomah terus,” tegasnya mantap.

Cerita serupa datang dari peserta hapus tato gratis Masjid Jaza Bandung lainnya, Immanuel Wanggai (47). Pria yang menjadi mualaf sejak 2015 itu mengatakan, dirinya mengikuti program Hijrah Care karena ingin menghilangkan gambar tato yang masih memenuhi bagian tubuhnya.

Bagi Immanuel, program hapus tato gratis juga menjadi momentum untuk semakin memantapkan hati dalam berhijrah sekaligus memperdalam pengetahuan tentang Islam. Ia berharap proses membersihkan tato dapat berjalan beriringan dengan upayanya memperbaiki diri.

“Alhamdulillah sekarang tinggal ngilangin tattoo yang gede ini ya, karena saya benar-benar ingin memantapkan diri dan hati untuk kembali ke jalan yang benar. Karena itu, saya ikut program ini untuk membersihkan tubuh saya dari tattoo,” ungkapnya.

Iman, sapaan akrab Immanuel, berharap hapus tato gratis yang diikutinya dapat menjadi salah satu langkah untuk membuat dirinya semakin mantap menjalani proses hijrah. Ia juga ingin menjaga keistiqomahan setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Pengen lebih mantap aja dalam berhijrah, Istiqomah lah ya,” kata Iman sembari tertawa kecil.

Tak hanya mendapatkan layanan hapus tato gratis di Bandung, Iman mengaku senang karena kegiatan di Masjid Jaza juga diisi dengan kajian Islam dan belajar mengaji. Baginya, rangkaian kegiatan tersebut memberikan suasana yang membuat proses hijrah terasa lebih tenang.

“Sangat senang, antusias sekali apalagi pas belajar ngaji. Insyaallah saya pengen khatam Alqur’an,” ujar Iman.

Sementara itu, perwakilan Hijrah Care, Ustadz Rifqi Saiful Rohman, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap program hapus tato gratis tahun ini masih cukup tinggi. Meski kegiatan dilaksanakan pada hari kerja dan informasinya belum disebarluaskan secara masif, warga tetap menunjukkan ketertarikan mengikuti treatment hapus tato gratis di Bandung.

“Kalau dari antusias memang ada perbedaan, tapi masih tinggi karena memang kita di weekday aja sih waktunya, dan ini belum terlalu masif juga informasi, karena ini dadakan ya,” ujar Ustadz Rifqi.

Menurut Ustadz Rifqi, antusiasme peserta hapus tato gratis Masjid Jaza Bandung pada periode sebelumnya memang lebih besar. Meski begitu, kebutuhan masyarakat yang sedang menjalani proses hijrah dan ingin menghilangkan tato masih cukup tinggi.

Tingginya minat terhadap program hapus tato gratis tersebut terlihat dari banyaknya permintaan agar kegiatan di Masjid Jaza kembali dilaksanakan. Permintaan datang melalui sejumlah kanal komunikasi, mulai dari grup WhatsApp hingga pesan langsung melalui akun Instagram Hijrah Care.

Masyarakat yang sebelumnya mengetahui program hapus tato gratis di Bandung bahkan meminta agar kegiatan serupa kembali dilanjutkan. Namun, jumlah pendaftar pada pelaksanaan kali ini belum terlalu banyak karena informasi awal baru disampaikan melalui jaringan internal dan grup peserta lama.

“Jadi grup yang lama baru kita informasikan, jadi belum terlalu masif ya,” kata Ustadz Rifqi.

Untuk treatment hapus tato gratis, peserta yang telah mendaftar mendapatkan layanan pada hari yang sama. Namun, jumlah peserta masih dibatasi karena terdapat kendala pada peralatan yang digunakan dalam proses treatment.

Ustadz Rifqi menjelaskan, Hijrah Care sebelumnya memiliki dua mesin untuk mendukung program hapus tato gratis. Namun, salah satu mesin mengalami kerusakan dan harus menjalani proses servis.

Keterbatasan peralatan tersebut membuat pelaksanaan hapus tato gratis di Masjid Jaza Bandung dilakukan secara mandiri dengan mesin yang masih tersedia.

“Kita sudah punya dua mesin dulu itu, karena qadarullah tumbang tuh, harus rusak ya, harus diservis. Karena keterbatasan, karena kita kan secara mandiri ya tidak ada support yang lain,” bebernya.

Meski menghadapi keterbatasan, program hapus tato gratis tetap mendapat dukungan dari Masjid Jaza. Pihak masjid memberikan mesin sekaligus menyediakan tempat agar fasilitas tersebut dapat dipasang di lingkungan masjid dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Menariknya, meski layanan hapus tato gratis di Bandung tidak dipungut biaya, peserta tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan. Persyaratan tersebut bukan berupa pembayaran, melainkan bagian dari upaya memastikan keseriusan peserta dalam mengikuti proses hijrah.

Ustadz Rifqi menjelaskan, peserta program hapus tato gratis diwajibkan membawa hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan mereka bebas HIV dan Hepatitis C. Peserta juga diminta melakukan pemeriksaan diabetes sebelum menjalani treatment hapus tato gratis.

Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan anjuran dokter pendamping. Menurut Ustadz Rifqi, pemeriksaan diperlukan untuk mengurangi risiko kesehatan selama proses hapus tato gratis, mengingat treatment dapat menimbulkan luka pada kulit.

“Karena ini memang anjuran dari dokter pendamping kita. Supaya tadi, ingin hijrah ternyata kitanya tidak apik gitulah bahasa ininya ya. Sehingga memunculkan kemudaratan yang baru, takutnya seperti itu,” tutur Ustadz Rifqi.

Selain pemeriksaan kesehatan, peserta hapus tato gratis Masjid Jaza Bandung juga diminta membawa hafalan Al-Qur’an. Hafalan tersebut bukan bentuk pembayaran, melainkan salah satu cara untuk melihat keseriusan peserta dalam menjalani proses hijrah.

Jika sebelumnya peserta program hapus tato gratis diwajibkan menghafalkan satu surah penuh, yakni Ar-Rahman, kini persyaratan tersebut dibuat lebih ringan. Peserta diperbolehkan membawa hafalan ayat atau surah yang sudah mereka kuasai.

“Kalau dulu kan harus satu full Ar-Rahman, kalau sekarang hafalan apa saja kita permudah. Dan kebaikannya nanti untuk teman-teman juga hafalan itu gitu kan, mendapatkan pahala dari menghafal Al-Qur’an, ya bisa dipakai sholat,” jelas Ustadz Rifqi.

Namun, proses hapus tato gratis di Bandung tidak berhenti setelah treatment selesai. Peserta juga diarahkan mengikuti kajian-kajian sebagai bagian dari pendampingan dalam perjalanan hijrah.

Pendampingan melalui kajian tersebut diharapkan membantu peserta program hapus tato gratis mempertahankan perubahan yang sudah dimulai. Dengan begitu, proses hijrah tidak hanya berhenti pada menghilangkan tato, tetapi dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

“Bisa terjaga, kemudian teman-teman akhirnya bisa kembali ke dalam kehidupan normal,” pungkas Ustadz Rifqi. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar