Billy Martasandy: Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi Jadi Modal Penting Menuju Indonesia Emas

Redaksi
Tambahkan
...
0
Billy Martasandy: Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi Jadi Modal Penting Menuju Indonesia Emas

SURAT KABAR, BANDUNG - Semangat kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi salah satu pesan penting yang mengemuka dalam Seminar Nasional Kebangsaan 2026 yang digelar Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi (DKLPT) bersama Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan dan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom, Minggu (23/8/2026), tersebut mengangkat tema “Dari Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas: Kolaborasi Anak Bangsa untuk Negeri.”

Salah satu narasumber yang turut memberikan pandangan dalam seminar tersebut yakni Billy Martasandy, S.Psi., M.Si., Ph.D., selaku Majelis Pakar Asosiasi DKLPT.

Billy menilai momentum peringatan kemerdekaan harus menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi, bukan hanya menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, tantangan bangsa ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan kontribusi dari berbagai latar belakang keilmuan dan institusi.

“Kemerdekaan tidak cukup hanya kita maknai sebagai sebuah perayaan. Kemerdekaan harus kita isi dengan kontribusi, gagasan dan kolaborasi nyata. Karena tantangan bangsa ke depan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,” ujar Billy dalam seminar tersebut.

Ia mengatakan, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga generasi muda menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan zaman.

Menurut Billy, perguruan tinggi memiliki posisi strategis karena tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi pusat lahirnya gagasan dan inovasi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kampus jangan hanya menjadi tempat untuk menghasilkan ijazah, tetapi harus menjadi ruang untuk melahirkan gagasan, membangun karakter dan menciptakan solusi bagi persoalan masyarakat. Karena itu, kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi sangat penting,” katanya.

Billy juga menyoroti pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki karakter kebangsaan, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Menurutnya, visi Indonesia Emas tidak semata-mata ditentukan oleh kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Indonesia Emas harus dibangun oleh manusia yang kompeten sekaligus memiliki karakter. Kita membutuhkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi tetap memiliki nilai kebangsaan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong,” tutur Billy.

Seminar Nasional Kebangsaan 2026 menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh dari berbagai bidang. Selain Billy Martasandy, kegiatan tersebut juga menghadirkan Brigjen TNI Teddy Arifiyanto S., S.I.P., M.M., M.Han., Prof. Dr. Isah Cahyani, M.Pd., Dr. Makmur, S.Pd.I., M.Pd., CIQA-Ed., serta sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Billy berharap forum semacam itu tidak berhenti pada pertukaran gagasan selama seminar, tetapi dilanjutkan dalam bentuk kerja sama dan program nyata.

“Yang paling penting setelah seminar ini adalah tindak lanjut. Jangan sampai gagasan hanya berhenti dalam ruang diskusi. Harus ada kolaborasi yang menghasilkan program, riset, pengabdian kepada masyarakat dan inovasi yang manfaatnya bisa dirasakan secara langsung,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan tema Seminar Nasional Kebangsaan 2026, yakni membawa semangat kemerdekaan menuju cita-cita Indonesia Emas melalui kontribusi anak bangsa.

Melalui kegiatan tersebut, Billy berharap semakin banyak jejaring akademik dan sosial yang terbentuk sehingga mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional. (DAM)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar