Banjir, Sampah hingga Jalan Rusak Disorot, Rika Lis Indarti Tagih Keseriusan Pemkot Cimahi

Redaksi
Tambahkan
...
0
Rika Lis Indarti Tagih Keseriusan Pemkot Cimahi
Anggota DPRD Kota Cimahi dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Fraksi PKS, Rika Lis Indarti (Doc. Surat Kabar)

SURAT KABAR, CIMAHI – Persoalan infrastruktur dasar dan drainase di Kota Cimahi kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kota Cimahi dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Fraksi PKS, Rika Lis Indarti, meminta Pemerintah Kota Cimahi tidak lagi melakukan penanganan secara parsial terhadap persoalan yang berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Hal itu disampaikan Rika saat menggelar Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di Kampung Cileuweung RT 03 RW 12, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Minggu (23/8/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 300 warga tersebut, Rika secara langsung menyerap berbagai aspirasi masyarakat. Sejumlah persoalan infrastruktur menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan warga.

Mulai dari kondisi jalan setapak yang mengalami kerusakan, akses jalan di kawasan perumahan, hingga persoalan drainase yang tidak mampu mengalirkan air dengan baik. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu genangan ketika hujan turun.

Selain infrastruktur, persoalan sampah juga turut menjadi perhatian warga. Tumpukan sampah yang masuk ke saluran air membuat sejumlah gorong-gorong mudah tersumbat dan memperburuk persoalan drainase.

“Masyarakat memfokuskan keluhannya pada masalah infrastruktur dan sampah. Gorong-gorong mendominasi masalah ini karena kerap tersumbat akibat masih ada akumulasi sampah yang tidak terkelola dengan baik. Ini perpaduan masalah yang saling berkaitan dan harus segera diselesaikan,” ujar Rika.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan teknis. Ketika infrastruktur dasar tidak mendapatkan pemeliharaan secara berkala, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Rika menilai, pola penanganan yang hanya bersifat sementara atau tambal sulam tidak akan menyelesaikan akar persoalan. Karena itu, dibutuhkan langkah terintegrasi dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah.

Ia mendorong adanya kolaborasi konkret antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi.

“Masalah ini butuh tindakan kolaboratif yang terintegrasi. Harus ada sinergi konkret antara Dinas PUPR, DPKP, serta DLH. Semua instansi ini harus turun bersama dan bergerak cepat,” tegasnya.

Rika juga memastikan aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam reses tersebut tidak berhenti sebatas catatan. Ia berkomitmen membawa berbagai keluhan warga ke dalam pembahasan program dan anggaran Pemerintah Kota Cimahi.

“Insyaallah, ini harus dikawal, harus dikawal sampai benar-benar terealisasi. Prioritas saya adalah memastikan keluhan masyarakat ditindaklanjuti secara nyata oleh dinas terkait,” katanya.

Ia berharap pembenahan infrastruktur, drainase, dan persoalan sampah dapat dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Dengan begitu, pembangunan Kota Cimahi tidak hanya terlihat dari sisi fisik, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapan kita bersama, Kota Cimahi dapat terus membangun kotanya menjadi kota yang aman, nyaman, kondusif, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakatnya,” harapnya mengakhiri pembicaraan. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar