Iklan

Pohon Tumbang di Kawasan Pemkot Cimahi Picu Kepanikan Warga yang Berburu Takjil

Posting Komentar
Pohon Tumbang di Kawasan Pemkot Cimahi Picu Kepanikan Warga yang Berburu Takjil

SURAT KABAR, CIMAHI -Angin kencang yang diduga puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kota Cimahi pada Jumat, 6 Maret 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa itu merusak puluhan rumah warga serta menumbangkan sejumlah pohon di kawasan perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Cimahi Utara.

Dampak angin juga menimpa kendaraan serta lapak pedagang yang berada di sekitar lokasi. Angin datang secara tiba-tiba dan memicu kepanikan warga di area tersebut.

Salah seorang warga, Dani, 32 tahun, mengatakan angin kencang muncul mendadak ketika aktivitas masyarakat tengah ramai menjelang waktu berbuka puasa.

"Anginnya datang sangat kencang dan tiba-tiba. Warga langsung panik dan keluar rumah untuk menyelamatkan diri," ujar Dani saat ditemui di lokasi kejadian.

Saat kejadian, Dani mengaku sedang ngabuburit bersama istrinya sambil mencari takjil di kawasan sekitar jembatan Pemkot Cimahi. Wilayah tersebut dikenal menjadi pusat lapak pedagang makanan selama Ramadan.

"Waktu ngelewat jembatan Pemkot, tiba-tiba angin kencang banget. Kita aja sampe kaget mau puter balik cuman warga keburu berlarian ke jalan jadi susah," kata Dani.

Ia kemudian memilih menepi untuk menghindari potensi bahaya dari pohon besar yang berada di sekitar jalan.

"Ya kita langsung kepinggir aja, ngejauh dari pohon-pohon yang tinggi itu karena angin masih kencang takutnya terjadi hal yang gak diinginkan," ujarnya.

Data sementara dari TRCPB Kota Cimahi mencatat wilayah dengan dampak paling besar berada di RW 20. Sebanyak 53 rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu satu masjid dan satu kantor RW turut terdampak.

Kerusakan juga tercatat di RW 10 dengan 35 rumah rusak serta satu masjid mengalami dampak serupa.

Di wilayah lain, pendataan sementara menunjukkan 15 rumah rusak di RW 02, enam rumah di RW 16, lima rumah di RW 12, serta tiga rumah di RW 13.

Selain kerusakan bangunan, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka akibat peristiwa tersebut. Di RW 12, tiga orang menjadi korban. Dua di antaranya harus dirujuk ke RS Dustira untuk mendapatkan penanganan medis, sedangkan satu korban melakukan evakuasi secara mandiri.

Sementara di RW 10, dua warga lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan di lokasi kejadian.

Hingga kini belum ada laporan korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar karena kerusakan meliputi rumah warga, tempat ibadah, serta fasilitas lingkungan.

Setelah angin mereda, warga bersama aparat setempat langsung membersihkan puing-puing bangunan dan mengevakuasi pohon yang tumbang. Kegiatan gotong royong dilakukan untuk mempercepat pemulihan lingkungan.

Pendataan kerusakan masih berlangsung untuk memastikan jumlah pasti rumah dan fasilitas umum yang terdampak.

Warga berharap proses pembersihan dan pemulihan dapat segera selesai sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dalam waktu dekat. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar