Iklan

Hangatnya Ramadan di Cimahi, Safari Ramadan Menguatkan Silaturahmi dan Menyerap Aspirasi Warga

Posting Komentar
Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat Safari Ramadhan

SURAT KABAR, CIMAHI - Momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kota Cimahi untuk memperkuat silaturahmi dengan masyarakat. Melalui kegiatan Safari Ramadan, pemerintah daerah tidak hanya melaksanakan kegiatan keagamaan, tetapi juga membuka ruang dialog langsung dengan warga.

Kegiatan tersebut salah satunya berlangsung di Masjid Al Hasanah, Gang Sukawargi III RT 04 RW 01, Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Cimahi Ngatiyana hadir langsung untuk bersilaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat dan pengurus masjid.

Program Safari Ramadan ini menjadi agenda rutin pemerintah daerah yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi yang berkembang di lingkungan warga.

Penyaluran Bantuan untuk Warga dan Masjid

Dalam kegiatan tersebut, bantuan disalurkan melalui kolaborasi sejumlah pihak, yakni Baznas Kota Cimahi, Kantor Kementerian Agama Kota Cimahi, serta Bank BJB Cabang Cimahi.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana kepada pengurus masjid dan masyarakat yang membutuhkan. 

Bantuan dari Baznas tersebut merupakan bagian dari optimalisasi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran, khususnya untuk mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Selain menjadi momen penyaluran bantuan, kegiatan Safari Ramadan juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan lingkungan yang selama ini dirasakan

Pemberian Santunan Kepada Pengurus Masjid

Warga Sampaikan Aspirasi 

Dalam dialog bersama pemerintah kota, warga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pembangunan lingkungan. Beberapa kebutuhan yang disampaikan antara lain perbaikan jalan gang di wilayah RT 04 RW 01, penyediaan tempat pilah sampah tertutup, serta perbaikan fasilitas MCK di RW 01.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Cimahi Ngatiyana langsung menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk melakukan peninjauan teknis terhadap kondisi di lapangan.

"Perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan penting untuk menunjang mobilitas dan keselamatan warga," ujar Ngatiyana baru-baru ini.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur lingkungan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jalan lingkungan yang layak tidak hanya mempermudah aktivitas warga, tetapi juga berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan di kawasan permukiman.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis wilayah sebagai upaya mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya. Di sisi lain, fasilitas sanitasi yang layak juga menjadi kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Pemerintah Kota Cimahi, lanjut Ngatiyana, berkomitmen untuk hadir dalam penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Tentu saja keberlanjutan pembangunan membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun,” ucapnya.

Tarling Diubah Menjadi Safari Ramadan

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga menjelaskan perubahan pendekatan yang dilakukan pemerintah daerah dalam kegiatan keagamaan selama Ramadan.

Jika sebelumnya dikenal dengan kegiatan tarawih keliling (tarling), kini konsep tersebut diubah menjadi Safari Ramadan. Perubahan ini dilakukan agar pemerintah memiliki waktu yang lebih panjang untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat Safari Ramadhan

Menurutnya, konsep tarawih keliling sering kali terbatas oleh waktu yang relatif singkat, sehingga ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat menjadi kurang optimal.

"Saya ganti bukan tarling keliling, tapi Safari Ramadan biar kita juga lebih nyaman nanti yang mau tarawih-tarawih, mau cukup sampai salat magrib buka bersama, itu juga sama. Jadi masih panjang waktunya, kalau dengan tarling kan waktunya mepet, jadi berapa jam warga menunggu di sini. Ambil efektifnya sudah kita rubah menjadi Safari Ramadan," kata dia.

Ngatiyana menilai Safari Ramadan dapat menjadi media komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah dan masyarakat. Dengan waktu yang lebih longgar, pemerintah dapat berdialog langsung dengan warga, mendengarkan aspirasi mereka, sekaligus menyampaikan berbagai program pembangunan yang sedang berjalan.

Safari Ramadan Bukan Sekadar Seremonial

Lebih jauh, Ngatiyana menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial keagamaan semata.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat dan memperkuat hubungan sosial antara pemerintah dan warga.

"Untuk apa sih kita melaksanakan Safari Ramadan? Karena kita harus melaksanakan minimal silaturahmi sajalah untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama masyarakat Kota Cimahi," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah juga dapat menyampaikan secara terbuka berbagai capaian pembangunan yang telah dilakukan selama beberapa waktu terakhir.

Paparan Capaian Pembangunan Kota Cimahi

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga memaparkan sejumlah capaian strategis Pemerintah Kota Cimahi sepanjang tahun 2025. Beberapa sektor yang menjadi fokus pembangunan antara lain infrastruktur, kesehatan, dan layanan dasar masyarakat.

Salah satu pembangunan yang disorot adalah penataan Bundaran Jati yang bertujuan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.

"10 bulan tahun 2025 kita bisa menyelesaikan salah satunya tadi, mungkin masyarakat pernah lewat Bundaran Jati. Nah,mungkin itu salah satunya mengurangi kemacetan," cetusnya.

Ngatiyana saat Memaparkan Capaian Pembangunan Kota Cimahi

Selain infrastruktur transportasi, Pemkot Cimahi juga melakukan penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Beberapa fasilitas kesehatan yang telah dibangun atau diperkuat antara lain Labkesmas Citeureup, Puskesmas Cibeureum, serta Unit Pengolahan Darah Rumah Sakit (UPDRS) Cibabat.

Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan layanan kesehatan bagi masyarakat Cimahi, termasuk dalam penyediaan kebutuhan darah.

"Barangkali ada yang sakit butuh darah tidak perlu ke Bandung, cukup di sini, karena untuk menyelamatkan jiwa bagi masyarakat yang sakit di Cimahi sehingga tersedia darah yang cepat untuk melayani masyarakat," kata Ngatiyana.

Rumah Singgah untuk Warga Terlantar

Pemerintah Kota Cimahi juga menghadirkan program sosial berupa Rumah Singgah di wilayah Cipageran. Fasilitas ini diperuntukkan bagi warga terlantar, termasuk lansia yang tidak memiliki tempat tinggal atau tidak mendapatkan perawatan dari keluarga.

"Itu adalah untuk menampung orang-orang yang terlantar. Ya, jadi orang-orang terlantar, termasuk orang tua yang tidak terurus oleh putra-putrinya karena pekerjaan," jujurnya.

Ngatiyana menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintahan di Kota Cimahi.

"Kita hanya punya ide, punya keinginan, tetapi para Kepala Dinas inilah yang menyelenggarakan dan melaksanakan kegiatannya," kata Ngatiyana.

Revitalisasi Sekolah dan Rencana Pembangunan SMP Baru

Di sektor pendidikan, pemerintah daerah juga melakukan revitalisasi sejumlah fasilitas sekolah. Hingga saat ini, sekitar 25 ruang kelas telah direvitalisasi guna meningkatkan kenyamanan kegiatan belajar mengajar.

Selain itu, Pemkot Cimahi juga berencana membangun sekolah menengah pertama (SMP) baru di wilayah Cipageran untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

"Termasuk revitalisasi kelas sekolah, itu ada sekitar 25 kelas yang sudah kita revitalisasi. Dan insyaallah kita juga akan membangun SMP," ujarnya.

Ngatiyana juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, serta aparat penegak hukum dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

"Makanya ada kolaborasi antara Pemerintah Kota Cimahi dengan legislatif, dengan DPRD. Dan ini semuanya dikawal oleh Bapak Kajari," imbuhnya.

Wakil Wali Kota Tekankan Nilai Religius

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira juga turut hadir dalam kegiatan Safari Ramadan. Ia menyapa masyarakat sekaligus menyerahkan bantuan tunai kepada pengurus masjid dan warga yang membutuhkan.

Menurutnya, Safari Ramadan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendengar langsung berbagai aspirasi yang berkembang.

"Kami hanya memohon doa agar kepemimpinan Wali Kota Ngatiyana dan saya diberikan kelancaran dalam menjalankan berbagai program untuk membantu masyarakat Kota Cimahi," ujarnya.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira saat Foto Bersama Anak-anak di Masjid saat Safari Ramadhan

Adhitia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat nilai-nilai religius dalam pembangunan kota.

Konsep Cimahi sebagai kota agamis, menurutnya, tidak hanya sebatas slogan. Nilai tersebut harus tercermin dalam kehidupan sosial masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan, kepedulian, dan akhlak yang baik.

Melalui kegiatan Safari Ramadan, ia berharap hubungan antara pemerintah dan masyarakat dapat semakin erat.

"Cimahi Agamis adalah Cimahi yang tetap berada di jalur yang benar. Dengan doa dan dukungan masyarakat, insyaallah kita bisa mewujudkannya bersama," ujarnya menutup. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar