SURAT KABAR, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menguatkan peran Komunitas Informasi Masyarakat sebagai mitra strategis dalam keterbukaan informasi publik. Penguatan itu ditegaskan dalam Sosialisasi Petunjuk Teknis Kemitraan dengan KIM sekaligus Rapat Kerja KIM Kota Cimahi Tahun 2026 yang digelar di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan tersebut menjawab kebutuhan akan komunikasi publik yang semakin kompleks, di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks di ruang digital. Pemerintah daerah menilai KIM memiliki posisi penting sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan informasi masyarakat di tingkat akar rumput.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi, Achmad Saefulloh, menegaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Kementerian Komunikasi dan Digital Nomor 4 Tahun 2024 yang mengamanatkan pemerintah daerah untuk membina, memfasilitasi, serta menjalin kemitraan strategis dengan KIM.
“KIM bukan lagi sekadar kelompok relawan informal. KIM adalah mitra resmi pemerintah daerah dengan hak, tanggung jawab, dan mekanisme kerja yang jelas. Karena itu, petunjuk teknis kemitraan tahun 2026 harus dipahami bersama agar implementasinya terukur dan berdampak,” ujar Achmad.
Menurutnya, tantangan komunikasi publik ke depan tidak hanya soal penyampaian informasi, tetapi juga memastikan informasi tersebut relevan, tepat waktu, akurat, dan dapat ditindaklanjuti.
"Dalam konteks ini, KIM berperan sebagai simpul informasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus garda terdepan dalam diseminasi program pembangunan," kata Achmad.
Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik serta Statistik Diskominfo Kota Cimahi, Andri Nurwantoro, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan menyelaraskan pemahaman terhadap petunjuk teknis kemitraan KIM tahun 2026, merumuskan rencana kerja yang terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah, serta mendorong percepatan pembentukan KIM di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Keberadaan KIM selama ini telah menunjukkan peran signifikan sebagai penyaring hoaks di media sosial dan grup percakapan warga, penyampai informasi program pemerintah dalam bahasa yang mudah dipahami, hingga mitra aktif dalam forum-forum partisipatif di wilayah,” ungkapnya.
Ketua KIM Kota Cimahi, Septian Anggi Suryana, menyatakan komitmen KIM untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme anggotanya.
Ia menilai penguatan kemitraan dengan Diskominfo serta dukungan camat dan lurah menjadi kunci dalam memperluas jangkauan informasi yang valid dan terpercaya.
“Kami siap menyusun rencana kerja berbasis dampak, bukan sekadar berbasis kegiatan. Target kami, KIM dapat tumbuh di setiap kecamatan dan kelurahan sehingga komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat semakin efektif,” tegas Septian.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap sinergi antara KIM, unsur kewilayahan, dan perangkat daerah semakin kuat.
Jejaring informasi yang solid diharapkan mampu menghadirkan keterbukaan informasi publik yang tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. (SAT)



.jpeg)

Posting Komentar