Iklan

Presiden Prabowo dan Menko AHY Kawal Infrastruktur Kritis Pascabencana Tapanuli

Posting Komentar

Menko AHY Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Jembatan Bailey di Tapanuli Selatan

SURAT KABAR - Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke kawasan Tapanuli bukan sekadar agenda seremonial. Dari Bandara Raja Sisingamangaraja XII hingga peninjauan Jembatan Bailey Sungai Garoga, pemerintah menegaskan satu pesan kunci: percepatan pemulihan pascabencana harus menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat, yakni konektivitas dan layanan publik yang menopang kehidupan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Kehadiran Presiden dalam kunjungan kerja ini diarahkan untuk memastikan secara langsung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana, dengan fokus pada infrastruktur penghubung yang sempat lumpuh.

Setibanya di Bandara Silangit, Presiden Prabowo, didampingi Menko AHY dan Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoeddin, langsung melanjutkan perjalanan menggunakan Helikopter Caracal TNI Angkatan Udara. Rute udara tersebut membawa rombongan menuju lokasi Jembatan Bailey Sungai Garoga di wilayah Tapanuli Selatan, salah satu titik krusial yang menentukan kembali berfungsinya arus mobilitas dan logistik antarwilayah.

Di lokasi peninjauan, Presiden Prabowo terlihat beberapa kali berdiskusi langsung dengan Menko AHY dan Menhan Sjafrie mengenai progres pembangunan jembatan serta fungsi strategisnya bagi konektivitas kawasan. Presiden bahkan sempat memanggil kedua menteri yang berada di belakangnya untuk berdiskusi lebih dekat, dengan gestur akrab yang menandai keseriusan pemerintah dalam mengawal percepatan pemulihan infrastruktur.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penyelesaian infrastruktur penghubung yang memiliki peran vital bagi aktivitas masyarakat. Jembatan Bailey Sungai Garoga sepanjang 44 meter ini menjadi solusi sementara yang bersifat strategis, menggantikan jembatan lama yang rusak akibat bencana alam dan sempat memutus akses ekonomi warga di sekitarnya.

Pembangunan jembatan dikerjakan oleh Detasemen Zeni Tempur bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. Struktur ini dirancang mampu menahan beban hingga 25 ton, sehingga diharapkan dapat segera memulihkan konektivitas utama antara Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Lebih dari sekadar jalur lintasan, jembatan ini menjadi simpul penting bagi kelancaran arus barang, jasa, serta aktivitas sosial masyarakat.

“Jembatan ini adalah urat nadi kegiatan ekonomi di daerah ini. Perannya sangat strategis untuk memulihkan konektivitas dan mobilitas masyarakat yang sempat terputus akibat bencana. Saya turut mengapresiasi melihat sinergi luar biasa antara aparat dan masyarakat setempat yang bahu-membahu mempercepat pembangunan infrastruktur darurat ini,” ujar Menko AHY.

Usai meninjau pembangunan jembatan, Presiden Prabowo bersama Menko AHY melanjutkan agenda dengan mengunjungi Posko Kesehatan Kodam I Bukit Barisan di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Di lokasi tersebut, Presiden berdialog langsung dengan tenaga kesehatan untuk memastikan layanan medis bagi masyarakat terdampak berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Menko AHY menegaskan bahwa hingga akhir tahun 2025 pemerintah akan terus bekerja memastikan seluruh proses pemulihan pascabencana berjalan optimal. Pemerintah berkomitmen agar infrastruktur kembali berfungsi penuh, masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, serta wilayah terdampak mampu bangkit lebih kuat ke depan.

Selain Menko AHY dan Menhan Sjafrie, Presiden Prabowo dalam kunjungan ini turut didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution. Kehadiran para pejabat tersebut menegaskan bahwa pemulihan Tapanuli ditempatkan sebagai agenda lintas sektor yang menyangkut stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan wilayah.

Related Posts

Posting Komentar