SURAT KABAR, CIMAHI - Cuaca di wilayah Bandung Raya, khususnya Kota Cimahi, akhir-akhir ini menunjukkan pola yang cukup unik. Pagi hari terasa panas dan cerah, namun menjelang siang hingga malam, hujan kerap turun disertai angin kencang dan petir di beberapa wilayah.
Fenomena ini menimbulkan pergeseran kegiatan bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, mulai dari pekerja hingga pelajar.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu menjelaskan fenomena ini terjadi karena minimnya tutupan awan pada pagi hari, sehingga sinar matahari langsung terasa lebih terik.
Namun, saat memasuki siang hingga malam, kelembapan atmosfer yang tinggi mendorong pembentukan awan hujan.
"Pada periode 6-10 Januari 2026, wilayah Bandung Raya umumnya cerah berawan pada pagi hari, kemudian berpotensi hujan ringan hingga sedang pada siang, sore, hingga malam hari. Beberapa kejadian hujan dapat disertai petir dan angin kencang," jelas Teguh.
Selain itu, BMKG mencatat suhu udara di Bandung Raya berkisar antara 20 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan antara 55 hingga 94 persen.
Teguh menjelaskan, dominasi angin dari arah barat serta adanya belokan angin di wilayah Jawa Barat turut memperkuat proses pembentukan awan hujan.
Fenomena hujan yang muncul secara bertahap ini menjadi ciri khas awal musim hujan di Jawa Barat, termasuk di Bandung Raya.
Teguh menambahkan bahwa puncak musim hujan diperkirakan akan berlangsung hingga awal Maret 2026, meskipun suhu udara di siang hari masih terasa hangat.
"Saat ini Bandung Raya termasuk Cimahi memasuki musim hujan. Dengan puncak musim hujan bervariasi hingga Maret 2026," tambahnya.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
"Rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, seperti website dan aplikasi resmi, menjadi langkah penting untuk mengantisipasi hujan yang muncul secara tiba-tiba, termasuk potensi petir dan angin kencang," imbau Teguh.
Masyarakat juga disarankan untuk selalu menyiapkan payung atau jas hujan saat bepergian, serta memperhatikan kondisi jalan yang licin akibat hujan.
"Bagi sektor transportasi, terutama angkutan umum dan kendaraan pribadi, kewaspadaan ekstra juga diperlukan agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan aman dan lancar," tutupnya. (SAT)


Posting Komentar
Posting Komentar