Iklan

DPA 2026 Diserahkan, Ngatiyana Tekankan Anggaran Harus Menyentuh Kebutuhan Warga

Posting Komentar
Penyerahan DPA 2026 Dilakukan di Awal Tahun

SURAT KABAR, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi membuka tahun anggaran 2026 dengan menegaskan kembali arah prioritas pembangunan daerah. Hal itu tercermin dalam apel gabungan aparatur sipil negara (ASN) perdana awal tahun yang digelar pada Senin (5/1/2026).

Sekaligus rangkaikan dengan sejumlah agenda simbolik dan strategis, mulai dari penutupan Gerak Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI), penyerahan berbagai penghargaan tingkat provinsi, hingga penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2026 kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Apel tersebut diikuti jajaran pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyebut momen ini bukan sekadar rutinitas awal tahun, melainkan penanda dimulainya kembali tanggung jawab birokrasi dalam memastikan pelayanan publik berjalan optimal di tengah tantangan fiskal dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.

“Hari ini tanggal 5 Januari 2026, hari pertama ASN Kota Cimahi di tahun ini. Ini juga menjadi apel gabungan pertama, dari pemerintah kota sampai ke tingkat kelurahan,” ujar Ngatiyana usai apel.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan DPA Tahun Anggaran 2026. Menurut Ngatiyana, DPA menjadi instrumen penting yang menentukan arah kerja perangkat daerah selama satu tahun ke depan. 

Ia menegaskan bahwa seluruh program yang tercantum dalam DPA harus tetap berpijak pada kebutuhan dasar masyarakat serta selaras dengan visi dan misi kepala daerah.

“DPA yang diserahkan ini untuk pelaksanaan program-program di tahun 2026. Penekanannya tetap pada kebutuhan dasar masyarakat, terutama pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” katanya.

Ngatiyana menilai tiga sektor tersebut menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Meski terdengar sederhana, menurutnya cakupan ketiganya sangat luas dan bersentuhan langsung dengan kualitas hidup warga Cimahi.

“Sebenarnya tiga itu saja, tapi sudah mencakup semuanya. Tidak keluar dari visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi. Di dalamnya nanti ada pengembangan-pengembangan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga mengakui adanya kebijakan efisiensi anggaran yang harus dijalankan pemerintah daerah. Namun, Ngatiyana menekankan bahwa efisiensi tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik.

“Walaupun ada efisiensi, kita tetap harus bisa melaksanakan tugas. Program tetap jalan, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu,” tegasnya.

Selain penyerahan DPA, apel perdana ini juga menjadi ajang refleksi kinerja pemerintah daerah sepanjang 2025. Ngatiyana menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang dinilainya telah menjalankan tugas dengan cukup baik pada tahun sebelumnya.

“Kita sampaikan ucapan terima kasih, karena tahun 2025 bisa berjalan dengan sebaik-baiknya. Insyaallah di tahun 2026 ini kita bisa melaksanakan tugas dengan lebih baik lagi, terutama dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Cimahi juga menyerahkan sejumlah penghargaan yang diraih sepanjang 2025, baik di tingkat provinsi maupun regional. Penghargaan tersebut mencakup bidang lingkungan hidup, informatika, inovasi pelayanan publik, hingga tata kelola badan publik informatif.

“Di tingkat Provinsi Jawa Barat, salah satunya di bidang lingkungan hidup kita mendapatkan dua penghargaan. Kemudian di bidang informatika dan inovasi juga ada capaian yang diraih oleh Pemerintah Kota Cimahi,” kata Ngatiyana.

Tak hanya itu, Cimahi juga mencatatkan prestasi pada level kelurahan. Salah satu kelurahan di Kota Cimahi berhasil meraih juara dua terbaik se-Jawa Barat, sekaligus mengantarkan lurahnya sebagai lurah terbaik tingkat provinsi.

“Kelurahan terbaik juara dua se-Jawa Barat, dan secara perorangan lurahnya juga menjadi lurah terbaik se-Jawa Barat, yaitu Bangkit Mustikoaji. Ini salah satu prestasi Kota Cimahi di tahun 2025,” ungkapnya.

Ngatiyana berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai seremoni penghargaan semata, tetapi menjadi pemicu semangat bagi seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kinerja di tahun 2026.

“Mudah-mudahan tahun 2026 nanti prestasi kita bisa lebih meningkat lagi,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Ngatiyana secara khusus mengapresiasi tingkat kedisiplinan ASN Kota Cimahi, terutama dalam kehadiran dan partisipasi pada apel gabungan awal tahun. Menurutnya, disiplin aparatur merupakan modal dasar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.

“Saya apresiasi seluruh ASN Kota Cimahi. Tingkat kehadiran, kedisiplinan, dan komitmen dalam menjalankan tugas cukup tinggi. Ini harus terus dipertahankan,” pungkasnya. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar